KSSK atau Komite Stabilitas Sistem Keuangan adalah forum koordinasi empat lembaga, yaitu Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan, yang bertugas menjaga stabilitas sistem keuangan dan menangani krisis. Pada 3 November 2026, KSSK menyatakan stabilitas kuartal III terjaga, tetapi tekanan meningkat sejak Oktober.
Pernyataan ini disampaikan pada hari yang sama ketika IHSG anjlok 3,78% ke 4.904,29.

Apa Dasar Hukum KSSK?
KSSK dibentuk berdasarkan undang-undang tentang pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan, yang kemudian diperkuat melalui undang-undang tentang pengembangan dan penguatan sektor keuangan. Undang-undang ini mengatur susunan anggota, tugas, dan mekanisme pengambilan keputusan dalam kondisi normal maupun krisis.
Siapa Anggota KSSK?

Ketua KSSK adalah Menteri Keuangan, saat ini Suahasil Nazara. Anggotanya adalah Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner LPS. Masing-masing lembaga punya kewenangan sendiri, tetapi berkoordinasi melalui KSSK. Pergantian Menteri Keuangan sebelumnya dibahas di reshuffle: Suahasil gantikan Purbaya.
| Lembaga | Bidang utama |
|---|---|
| Kementerian Keuangan | Kebijakan fiskal dan APBN |
| Bank Indonesia | Moneter, rupiah, sistem pembayaran |
| OJK | Pengawasan bank, pasar modal, IKNB |
| LPS | Penjaminan simpanan dan resolusi bank |
Apa Tugas KSSK?
KSSK memantau dan memelihara stabilitas sistem keuangan, melakukan koordinasi kebijakan antarlembaga, serta menangani krisis jika terjadi. Dalam kondisi krisis, KSSK dapat merekomendasikan langkah penanganan kepada Presiden, termasuk penanganan bank sistemik.
Mengapa Rapat Berkala Penting?
KSSK menggelar rapat berkala setiap kuartal dan menyampaikan hasilnya kepada publik. Pernyataan ini menjadi rujukan resmi tentang kondisi sistem keuangan dari empat lembaga sekaligus. Bagi investor dan masyarakat, pernyataan KSSK lebih dapat diandalkan dibanding rumor di media sosial.
Apa Isi Pernyataan 3 November?
KSSK menilai stabilitas sistem keuangan kuartal III terjaga, ekonomi domestik tangguh, dan intermediasi keuangan berjalan. Namun, sejak Oktober tekanan meningkat akibat eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi global, dan pengetatan moneter di sejumlah negara. Di dalam negeri, likuiditas disebut mengetat dan arus keluar dana dari pasar saham meningkat. KSSK juga menyinggung pengumuman MSCI terkait pasar saham.
Mengapa Pernyataan Ini Penting?
Pengakuan resmi bahwa tekanan meningkat menunjukkan otoritas memperhatikan risiko dan siap berkoordinasi. Pernyataan ini juga memberi sinyal bahwa kebijakan lanjutan, seperti langkah Bank Indonesia pada RDG 17–18 November, akan mempertimbangkan kondisi likuiditas dan pasar. Respons pemerintah terhadap isu MSCI dibahas di respons pemerintah terhadap MSCI standalone market.
Bagaimana Hubungan dengan DPR?
Kebijakan penanganan krisis yang berdampak pada keuangan negara memerlukan pertanggungjawaban kepada DPR. Kementerian Keuangan juga menyampaikan kondisi fiskal kepada DPR dalam pembahasan APBN. Siklus ini dijelaskan di siklus penyusunan APBN dan peran DPR.
Apa Artinya bagi Masyarakat?
Bagi penabung, keberadaan LPS memastikan simpanan dijamin hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, selama bunganya tidak melebihi tingkat bunga penjaminan. Bagi peminjam, likuiditas yang mengetat bisa membuat bunga kredit sulit turun. Masyarakat sebaiknya tetap tenang dan memantau informasi resmi.
Bagaimana KSSK Berbeda dari Bank Sentral?
Bank Indonesia menetapkan kebijakan moneter secara independen, sedangkan KSSK adalah forum koordinasi. KSSK tidak menggantikan kewenangan masing-masing lembaga, tetapi memastikan kebijakan fiskal, moneter, dan pengawasan saling mendukung.
Bagaimana KSSK Menangani Krisis?
Dalam kondisi krisis, KSSK dapat menetapkan status sistem keuangan dan merekomendasikan langkah penanganan kepada Presiden. Langkah ini bisa mencakup dukungan likuiditas, penanganan bank sistemik oleh LPS, dan kebijakan fiskal tertentu. Mekanisme ini dirancang agar keputusan cepat namun tetap akuntabel.
Bagaimana Peran OJK?
OJK mengawasi bank, pasar modal, asuransi, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan. Dalam konteks pasar saham yang bergejolak, OJK dan BEI dapat menerapkan kebijakan seperti batas auto reject atau buyback tanpa RUPS untuk meredam tekanan.
Bagaimana Peran LPS?
Selain menjamin simpanan, LPS menangani bank yang bermasalah melalui resolusi. LPS juga menetapkan tingkat bunga penjaminan secara berkala, saat ini 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum. Penabung perlu memastikan bunga simpanan tidak melebihi tingkat ini agar tetap dijamin.
Bagaimana Transparansi KSSK?
Hasil rapat berkala disampaikan melalui konferensi pers dan siaran resmi, sehingga publik bisa memantau penilaian otoritas. Transparansi ini penting untuk menjaga kepercayaan, terutama saat pasar bergejolak. Peran pengawasan keuangan negara juga dijalankan lembaga lain, seperti dijelaskan di peran BPK dan opini WTP.
Bagaimana Sejarah Pembentukan KSSK?
Gagasan forum koordinasi stabilitas keuangan muncul setelah pengalaman krisis keuangan di masa lalu, yang menunjukkan pentingnya koordinasi cepat antara otoritas fiskal, moneter, dan pengawasan. KSSK kemudian diperkuat dengan dasar hukum yang lebih jelas agar penanganan krisis bisa dilakukan secara terukur.
Apa yang Perlu Dipantau?
- RDG Bank Indonesia pada 17–18 November.
- Rapat berkala KSSK berikutnya pada awal 2027.
- Perkembangan likuiditas dan arus modal asing.
- Kebijakan OJK untuk pasar modal.
Informasi resmi tersedia di Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi politik-ekonomi, disusun dari data dan pemberitaan per 4 November 2026.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan rapat berkala KSSK berikutnya?
Pada awal 2027 untuk menilai kondisi kuartal IV 2026.
Apa itu KSSK?
Komite Stabilitas Sistem Keuangan, forum koordinasi Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS.
Siapa Ketua KSSK?
Menteri Keuangan, saat ini Suahasil Nazara.
Seberapa sering KSSK rapat berkala?
Setiap kuartal, dengan hasil yang disampaikan kepada publik.
Apa isi pernyataan KSSK 3 November 2026?
Stabilitas kuartal III terjaga, tetapi tekanan meningkat sejak Oktober.
Apakah KSSK menggantikan kewenangan BI?
Tidak; KSSK adalah forum koordinasi, sedangkan BI tetap independen dalam kebijakan moneter.
