Emas perhiasan masuk perhitungan inflasi karena termasuk dalam keranjang barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga dan dipantau Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Indeks Harga Konsumen (IHK). Harga emas perhiasan dihitung dalam komponen inflasi inti. Karena harganya mengikuti emas dunia dan kurs rupiah, lonjakan harga emas bisa menaikkan inflasi, sedangkan penurunan harga emas bisa menahannya. Emas perhiasan termasuk penyumbang inflasi September 2026 yang tercatat 3,28%.

Apa Itu Indeks Harga Konsumen?
IHK adalah indeks yang mengukur perubahan harga sekelompok barang dan jasa yang umum dikonsumsi rumah tangga. BPS menyusun keranjang ini berdasarkan Survei Biaya Hidup, yang mencatat pola pengeluaran masyarakat di berbagai kota. Inflasi adalah persentase perubahan IHK dari waktu ke waktu. Penjelasan dasar cara BPS menghitung inflasi ada di apa itu inflasi dan cara BPS menghitung.
Mengapa Emas Perhiasan Dianggap Barang Konsumsi?
Di Indonesia, banyak rumah tangga membeli emas perhiasan, baik untuk dipakai maupun sebagai simpanan. Karena pengeluarannya cukup besar dalam pola konsumsi masyarakat, emas perhiasan masuk keranjang IHK dalam kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Bobotnya memang tidak besar, tetapi perubahan harganya bisa sangat tajam, sehingga pengaruhnya terhadap inflasi terasa.
Di Komponen Mana Emas Dihitung?

BPS membagi inflasi menjadi tiga komponen:
| Komponen | Contoh | Penggerak utama |
|---|---|---|
| Inti | Emas perhiasan, sewa rumah, jasa | Permintaan, kurs, ekspektasi |
| Harga diatur pemerintah | BBM, listrik, tarif angkutan | Kebijakan pemerintah |
| Bergejolak | Cabai, bawang, beras | Cuaca, pasokan |
Emas perhiasan berada di komponen inti. Karena itu, analis sering melihat inflasi inti “tanpa emas” untuk menilai tekanan harga yang lebih mendasar.
Bagaimana Harga Emas Dunia Merambat ke Inflasi?
- Harga emas dunia dalam dolar AS naik atau turun.
- Kurs rupiah mengonversi harga tersebut ke rupiah.
- Toko emas menyesuaikan harga perhiasan.
- BPS mencatat perubahan harga dalam survei bulanan.
Jika emas dunia naik dan rupiah melemah bersamaan, kenaikan harga emas perhiasan dalam rupiah bisa sangat besar. Sebaliknya, jika emas dunia turun tetapi rupiah melemah, efeknya bisa saling meniadakan.
Bagaimana Kondisi Akhir Oktober 2026?
Emas dunia turun mendekati US$4.000 per ons pada 30 Oktober, sekitar 2,8% lebih rendah dibanding sebulan sebelumnya. Harga emas Antam turun ke Rp2.546.000 per gram. Penurunan ini berpotensi mengurangi sumbangan emas perhiasan terhadap inflasi Oktober dibanding September. Namun, rupiah yang melemah ke sekitar Rp18.137–18.184 per dolar AS menahan sebagian penurunan harga dalam rupiah. Perkembangan harga emas sebelumnya dibahas di harga emas Antam 20 Oktober.
Mengapa Analis Memisahkan Emas dari Inflasi Inti?
Inflasi inti seharusnya mencerminkan tekanan harga yang persisten dari permintaan dan ekspektasi. Namun, harga emas lebih banyak dipengaruhi faktor global dan sentimen investor, bukan permintaan domestik. Jika emas melonjak, inflasi inti bisa terlihat tinggi padahal tekanan permintaan sebenarnya biasa saja. Dengan memisahkan emas, Bank Indonesia dan analis bisa membaca kondisi ekonomi dengan lebih tepat.
Apa Dampaknya bagi Kebijakan Bank Indonesia?
Bank Indonesia memantau inflasi inti sebagai salah satu dasar kebijakan suku bunga. Kenaikan inflasi inti yang disebabkan emas biasanya tidak langsung direspons dengan kenaikan suku bunga, karena sifatnya bisa sementara. Namun, jika kenaikan harga emas bersamaan dengan pelemahan rupiah yang meluas ke barang impor lain, BI akan lebih waspada. Penjelasan BI Rate ada di apa itu BI Rate.
Bagaimana Contoh Dampak Emas terhadap Inflasi?
Misalkan harga emas perhiasan naik 5% dalam sebulan karena emas dunia melonjak dan rupiah melemah. Meski bobotnya di IHK kecil, kenaikan sebesar itu dapat menambah beberapa basis poin pada inflasi bulanan. Sebaliknya, ketika harga emas turun seperti pada akhir Oktober 2026, sumbangan emas terhadap inflasi bisa berkurang atau bahkan negatif. Inilah alasan inflasi inti kadang bergerak tidak sejalan dengan tekanan permintaan dalam negeri.
Apakah Emas Batangan Juga Dihitung?
IHK mengukur harga barang konsumsi, sehingga yang dicatat adalah emas perhiasan yang umum dibeli rumah tangga. Emas batangan lebih dipandang sebagai aset investasi. Meski begitu, harga keduanya bergerak searah karena sama-sama mengikuti harga emas dunia dan kurs.
Apa Artinya bagi Masyarakat?
Bagi pembeli emas perhiasan, harga dipengaruhi harga emas dunia, kurs, dan ongkos pembuatan. Perlu dibedakan antara emas perhiasan yang memiliki ongkos pembuatan dan emas batangan yang lebih mengikuti harga logam murni. Perbandingan emas fisik dan tabungan emas dibahas di investasi emas fisik vs tabungan emas.
Data inflasi resmi dapat dilihat di Badan Pusat Statistik, sedangkan analisis inflasi dari bank sentral tersedia di Bank Indonesia.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi. Data dapat diperbarui sesuai rilis resmi lembaga terkait.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah emas batangan dihitung dalam inflasi?
IHK mencatat emas perhiasan sebagai barang konsumsi; emas batangan lebih dipandang sebagai aset investasi, meski harganya bergerak searah.
Mengapa emas perhiasan masuk perhitungan inflasi?
Karena emas perhiasan termasuk keranjang barang konsumsi rumah tangga yang dipantau BPS dalam Indeks Harga Konsumen.
Di komponen mana emas perhiasan dihitung?
Di komponen inflasi inti, bersama barang dan jasa seperti sewa rumah dan jasa lainnya.
Bagaimana harga emas dunia memengaruhi inflasi Indonesia?
Harga emas dunia dikonversi dengan kurs rupiah, lalu tercermin pada harga perhiasan yang dicatat BPS setiap bulan.
Mengapa analis memisahkan emas dari inflasi inti?
Karena harga emas lebih dipengaruhi faktor global dan sentimen investor, bukan tekanan permintaan domestik.
Apakah penurunan harga emas menurunkan inflasi?
Bisa menahan inflasi, tetapi efeknya dapat berkurang jika rupiah melemah pada saat yang sama.
