Inflasi Indonesia yang diumumkan BPS terdiri dari tiga komponen: inflasi inti, harga yang diatur pemerintah (administered prices), dan harga bergejolak (volatile food). Cara membacanya adalah melihat komponen mana yang mendorong kenaikan: inflasi inti mencerminkan tekanan permintaan dan ekspektasi yang menjadi fokus Bank Indonesia, harga diatur pemerintah dipengaruhi kebijakan seperti tarif BBM dan listrik, sedangkan harga bergejolak dipengaruhi pasokan pangan musiman. Inflasi September 2026 tercatat 3,28%, masih dalam rentang sasaran 2,5±1%.

Apa Itu Inflasi Inti?
Inflasi inti adalah komponen yang cenderung menetap dan dipengaruhi faktor fundamental, seperti:
- Permintaan dan penawaran barang dan jasa secara umum.
- Ekspektasi inflasi masyarakat dan pelaku usaha.
- Nilai tukar, melalui harga barang impor.
- Harga komoditas global seperti emas perhiasan.
Bank Indonesia sangat memperhatikan inflasi inti karena paling dipengaruhi kebijakan moneter. Ekspektasi inflasi dibahas lebih lanjut dalam konteks global di bank sentral dunia naikkan suku bunga lagi.
Apa Itu Harga yang Diatur Pemerintah?
Komponen ini mencakup barang dan jasa yang harganya ditetapkan atau dipengaruhi kebijakan pemerintah, misalnya:
- BBM bersubsidi dan tarif listrik.
- Tarif angkutan, termasuk tiket pesawat pada musim tertentu.
- Rokok, melalui kebijakan cukai.
Perubahan komponen ini biasanya terjadi sekaligus ketika kebijakan diumumkan. Kaitan harga minyak dan subsidi dibahas di harga minyak dan APBN.
Apa Itu Harga Bergejolak?
Komponen bergejolak didominasi pangan yang harganya sangat dipengaruhi pasokan, cuaca, dan musim panen, seperti cabai, bawang, dan beras. Komponen ini bisa naik tajam dalam sebulan lalu turun pada bulan berikutnya. Pengendaliannya melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah.
Bagaimana Cara Membaca Rilis Inflasi?

- Lihat inflasi tahunan (y/y) untuk tren umum.
- Periksa inflasi inti untuk menilai tekanan mendasar.
- Identifikasi pendorong utama dari komponen harga diatur dan bergejolak.
- Bandingkan dengan sasaran BI untuk menilai arah kebijakan suku bunga.
- Perhatikan inflasi bulanan (m/m) untuk melihat perubahan terbaru.
Bagaimana Posisi Inflasi Saat Ini?

| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Inflasi September 2026 (y/y) | 3,28% |
| Sasaran inflasi 2025–2027 | 2,5% ± 1% |
| Rentang sasaran | 1,5%–3,5% |
| BI Rate | 5,75% |
Inflasi berada di bagian atas rentang sasaran. Pelemahan rupiah ke sekitar Rp18.175 per dolar AS dapat menambah tekanan pada inflasi inti melalui harga barang impor dalam beberapa bulan ke depan.
Mengapa Inflasi Indonesia Lebih Rendah dari Negara Maju?
Inflasi AS mencapai 3,7% dan zona euro 3,8% karena lonjakan harga energi langsung diteruskan ke konsumen. Di Indonesia, harga BBM bersubsidi diatur pemerintah, sehingga kenaikan harga minyak dunia tidak langsung masuk ke komponen harga diatur. Konsekuensinya, tekanan berpindah ke APBN dalam bentuk subsidi dan kompensasi.
Apa Kaitannya dengan Kebijakan BI?
Jika inflasi inti naik dan mendekati batas atas sasaran, BI cenderung menahan atau menaikkan suku bunga. Jika kenaikan inflasi hanya berasal dari pangan musiman, BI biasanya tidak langsung bereaksi karena tekanan tersebut bersifat sementara.
Bagi investor, inflasi yang terkendali memberi ruang bagi BI untuk menjaga suku bunga stabil, sedangkan lonjakan inflasi inti bisa menjadi sinyal kebijakan yang lebih ketat dan menekan harga obligasi.
Kapan Inflasi Oktober Dirilis?
BPS biasanya merilis inflasi pada hari kerja pertama bulan berikutnya. Inflasi Oktober 2026 dijadwalkan dirilis pada awal November 2026.
Bagaimana Rupiah Memengaruhi Inflasi?
Pelemahan rupiah meningkatkan harga barang impor, bahan baku industri, dan barang konsumsi dengan kandungan impor tinggi. Dampaknya tidak langsung terasa, biasanya merambat dalam beberapa bulan. Perhiasan emas juga termasuk komponen inti, sehingga harga emas dalam rupiah yang tinggi dapat menambah inflasi inti. Karena itu, BI memantau nilai tukar sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga inflasi.
Mengapa Inflasi Tahunan dan Bulanan Bisa Berbeda Arah?
Inflasi tahunan membandingkan harga dengan bulan yang sama tahun lalu, sedangkan inflasi bulanan membandingkan dengan bulan sebelumnya. Inflasi bulanan bisa negatif (deflasi) karena panen raya, sementara inflasi tahunan tetap positif. Membaca keduanya membantu memahami tren jangka panjang sekaligus perubahan terbaru.
Pemerintah daerah juga berperan melalui operasi pasar, kerja sama antardaerah, dan pengelolaan stok pangan untuk menekan inflasi bergejolak.
Apa yang Bisa Dilakukan Rumah Tangga?
- Pantau harga pangan dan manfaatkan musim panen untuk belanja kebutuhan tahan lama.
- Sesuaikan anggaran untuk kemungkinan kenaikan harga barang impor.
- Pertimbangkan instrumen yang imbal hasilnya di atas inflasi untuk tabungan jangka panjang.
Contoh komponen inflasi yang dipengaruhi emas perhiasan juga terkait dengan pergerakan harga emas Antam vs emas dunia. Data resmi tersedia di Badan Pusat Statistik dan informasi sasaran inflasi di Bank Indonesia.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi. Data dapat diperbarui sesuai rilis resmi lembaga terkait.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana pelemahan rupiah memengaruhi inflasi?
Rupiah lemah menaikkan harga barang impor dan bahan baku, dampaknya merambat ke inflasi inti dalam beberapa bulan.
Apa saja komponen inflasi Indonesia?
Inflasi inti, harga yang diatur pemerintah (administered prices), dan harga bergejolak (volatile food).
Apa itu inflasi inti?
Komponen inflasi yang cenderung menetap dan dipengaruhi permintaan, ekspektasi, nilai tukar, serta harga komoditas global.
Berapa sasaran inflasi Indonesia?
Sasaran inflasi 2025–2027 adalah 2,5% ± 1%, atau rentang 1,5%–3,5%.
Berapa inflasi Indonesia September 2026?
Inflasi tahunan September 2026 tercatat 3,28%.
Mengapa inflasi Indonesia lebih rendah dari AS dan zona euro?
Karena harga BBM bersubsidi diatur pemerintah sehingga kenaikan harga minyak dunia tidak langsung diteruskan ke konsumen.
