Hot News
Forex, Economics & Trading Excellence
Ekonomi

Apa Itu Inflasi? Cara BPS Menghitung dan Membaca Angka yoy, mtm, dan ytd

โœ๏ธ monetapostadmin ๐Ÿ“… October 21, 2026 ๐Ÿ‘ 1 views

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam periode tertentu. Kenaikan harga satu atau dua barang saja belum tentu disebut inflasi; yang diukur adalah perubahan harga sekumpulan barang dan jasa yang biasa dikonsumsi rumah tangga.

Diukur dengan Indeks Harga Konsumen

Di Indonesia, inflasi dihitung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK). IHK adalah angka indeks yang mencerminkan harga rata-rata “keranjang belanja” rumah tangga, mulai dari beras, sayur, dan daging hingga sewa rumah, transportasi, pendidikan, dan kesehatan.

IHK saat ini menggunakan tahun dasar 2022 = 100 dan mencakup 150 kabupaten/kota. Isi keranjang dan bobotnya ditentukan dari Survei Biaya Hidup, sehingga barang yang porsinya besar dalam pengeluaran, seperti makanan, berpengaruh lebih besar terhadap angka inflasi.

Fakta kunci: Apa Itu Inflasi? Cara BPS Menghitung dan Membaca Angka yoy, mtm, dan ytd
Elemen utama penghitungan inflasi di Indonesia.

Rumus Sederhana

Inflasi = (IHK periode ini โˆ’ IHK periode pembanding) รท IHK periode pembanding ร— 100%

Contoh: IHK September 2026 tercatat 112,31 dan September 2025 tercatat 108,74. Maka inflasi tahunan = (112,31 โˆ’ 108,74) รท 108,74 ร— 100% โ‰ˆ 3,28%, sesuai angka yang dirilis BPS untuk inflasi September 2026.

Membaca yoy, mtm, dan ytd

  • Year on year (yoy): dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Angka inilah yang paling sering dikutip dan dipakai sebagai acuan sasaran inflasi.
  • Month to month (mtm): dibandingkan bulan sebelumnya. Berguna untuk melihat lonjakan jangka pendek, misalnya saat Ramadan atau musim paceklik.
  • Year to date (ytd): dibandingkan Desember tahun sebelumnya. Menunjukkan akumulasi kenaikan harga sejak awal tahun.

Tiga Komponen Inflasi

  1. Inflasi inti: dipengaruhi faktor fundamental seperti permintaan, ekspektasi, dan nilai tukar. Komponen ini paling diperhatikan bank sentral karena mencerminkan tekanan harga yang lebih permanen.
  2. Harga yang diatur pemerintah (administered prices): misalnya BBM bersubsidi, tarif listrik, dan tarif angkutan. Perubahannya bergantung pada keputusan pemerintah.
  3. Harga bergejolak (volatile food): bahan pangan seperti cabai, bawang, dan beras yang sangat dipengaruhi cuaca dan pasokan.

Inflasi Tinggi vs Rendah, Mana yang Baik?

Inflasi yang terlalu tinggi menggerus daya beli dan nilai tabungan. Sebaliknya, inflasi yang terlalu rendah atau deflasi bisa menandakan permintaan yang lemah. Karena itu, Bank Indonesia menetapkan sasaran inflasi, yaitu 2,5% ยฑ 1% untuk 2026 dan 2027. Bank sentral menggunakan suku bunga untuk menjaga inflasi di rentang tersebut; penjelasannya ada di apa itu BI-Rate.

Inflasi Daerah Bisa Berbeda

Angka nasional adalah gabungan dari kota-kota yang disurvei. Inflasi di satu daerah bisa jauh lebih tinggi karena masalah distribusi, seperti pernah disorot dalam inflasi daerah di atas 3,5%.

Metodologi lengkap dan data historis dapat dilihat di situs BPS.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu inflasi?

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus, diukur dari perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Bagaimana BPS menghitung inflasi?

BPS menghitung inflasi dari perubahan IHK, yang mengukur harga sekumpulan barang dan jasa konsumsi rumah tangga di 150 kabupaten/kota dengan tahun dasar 2022 = 100.

Apa bedanya inflasi yoy dan mtm?

Inflasi yoy membandingkan harga dengan bulan yang sama tahun lalu, sedangkan mtm membandingkan dengan bulan sebelumnya.

monetapostadmin
Redaksi MonetaPost