Pada Selasa, 27 Oktober 2026, indeks Nasdaq naik 1,18% dan S&P 500 naik 0,60%. Di hari yang sama, IHSG turun 1,99% ke 5.266,13. Mengapa kedua pasar bergerak berlawanan?

Faktor yang Berbeda
| Faktor | Wall Street | IHSG |
|---|---|---|
| Penggerak utama | Saham teknologi dan laporan keuangan | Rupiah, yield SUN, isu MSCI |
| Arah dana | Masuk ke saham pertumbuhan | Asing jual bersih Rp651,3 miliar |
| Mata uang | Dolar menguat | Rupiah melemah ke Rp18.156 |
Dolar Kuat: Positif bagi AS, Negatif bagi Indonesia
Dolar yang kuat dan yield Treasury tinggi menarik dana ke aset AS. Bagi investor asing di Indonesia, rupiah yang melemah mengurangi nilai investasi dalam dolar, sehingga sebagian memilih menjual.
Saham Teknologi vs Saham Bank
Kenaikan Nasdaq ditopang saham teknologi, sektor yang porsinya kecil di BEI. Sebaliknya, IHSG didominasi saham bank yang menjadi sasaran jual asing. Peran saham besar dalam indeks dijelaskan di indeks LQ45, IDX30, dan Kompas100.
Kapan IHSG Mengikuti Wall Street?
- Saat sentimen global berubah drastis, misalnya kepanikan pasar atau kejutan The Fed.
- Saat arus dana ke negara berkembang meningkat bersamaan dengan pasar AS yang naik.
- Saat faktor domestik relatif tenang.
Pelajaran bagi Investor
- Jangan hanya melihat Wall Street untuk memperkirakan IHSG.
- Pantau rupiah dan arus dana asing sebagai indikator penting.
- Perhatikan agenda domestik, termasuk kebijakan OJK dan rebalancing MSCI.
Cara membaca arus dana asing dijelaskan di net foreign buy dan sell. Data resmi Wall Street tersedia di Nasdaq.com.
Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi membeli atau menjual efek. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa Wall Street naik sementara IHSG turun pada 27 Oktober 2026?
Wall Street ditopang saham teknologi dan dolar yang kuat, sedangkan IHSG tertekan rupiah yang melemah, kenaikan yield SUN, isu MSCI, dan jual bersih asing.
Apakah IHSG selalu mengikuti Wall Street?
Tidak. Kedua pasar bisa bergerak berlawanan karena penggerak, komposisi sektor, dan arus dana yang berbeda.
Apa yang sebaiknya dipantau untuk memperkirakan IHSG?
Selain pasar global, pantau rupiah, arus dana asing, yield SUN, dan agenda domestik seperti kebijakan OJK dan rebalancing MSCI.
