Hot News
Forex, Economics & Trading Excellence
Ekonomi

Inflasi September 2026 Naik ke 3,28%, Mendekati Batas Atas Sasaran BI

✍️ monetapostadmin 📅 October 21, 2026 👁 1 views

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year) September 2026 sebesar 3,28%. Angka ini diumumkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, di Jakarta pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Secara bulanan, harga naik 0,30% dibanding Agustus, sementara inflasi tahun kalender (Januari–September) mencapai 2,17%. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 108,74 pada September 2025 menjadi 112,31 pada September 2026.

Fakta kunci: Inflasi September 2026 Naik ke 3,28%, Mendekati Batas Atas Sasaran BI
Ringkasan angka inflasi September 2026 menurut BPS.

Harga Pangan Jadi Pendorong Utama

Kenaikan harga terutama datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini memiliki bobot besar dalam keranjang belanja rumah tangga, sehingga perubahan harga beras, cabai, atau bawang langsung terasa pada angka inflasi.

Selain pangan, tekanan juga datang dari pelemahan rupiah yang bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Rupiah yang lemah membuat barang impor dan bahan baku impor lebih mahal, yang lambat laun bisa diteruskan ke harga jual. Dampak pelemahan rupiah terhadap harga dibahas lebih lengkap di artikel dampak rupiah melemah.

Mendekati Batas Atas Sasaran BI

Bank Indonesia menetapkan sasaran inflasi 2,5% ± 1% untuk 2026 dan 2027, artinya rentang yang dianggap sehat adalah 1,5%–3,5%. Dengan inflasi 3,28%, ruang sebelum menembus batas atas tinggal sekitar 0,2 poin persentase.

Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan BI dalam menentukan arah suku bunga. Saat inflasi mendekati batas atas dan rupiah tertekan, bank sentral cenderung berhati-hati melonggarkan kebijakan. Cara kerja suku bunga acuan dijelaskan di apa itu BI-Rate.

Apa Artinya bagi Rumah Tangga?

Inflasi 3,28% berarti barang dan jasa yang setahun lalu bisa dibeli dengan Rp100.000 kini rata-rata membutuhkan sekitar Rp103.280. Jika kenaikan gaji di bawah angka tersebut, daya beli riil sebenarnya menurun.

Beberapa hal yang bisa dilakukan rumah tangga:

  • Prioritaskan kebutuhan pokok dan bandingkan harga antarpasar atau antartoko daring.
  • Perhatikan suku bunga tabungan. Jika bunga di bawah inflasi, nilai riil simpanan tergerus. Pertimbangkan instrumen seperti reksa dana pasar uang atau SBN ritel untuk dana jangka menengah.
  • Siapkan dana darurat agar tidak bergantung pada utang konsumtif saat harga naik. Panduannya ada di cara menyiapkan dana darurat.

Apa yang Perlu Dipantau Berikutnya

Inflasi Oktober akan dirilis BPS pada awal November. Pelaku pasar akan mencermati apakah tekanan harga pangan mereda, serta dampak harga minyak dunia yang berada di atas US$100 per barel terhadap harga BBM nonsubsidi. Pemerintah daerah juga diminta aktif mengendalikan harga, seperti pernah disorot dalam berita inflasi daerah di atas 3,5%.

Untuk memahami bagaimana BPS menghitung angka inflasi, baca apa itu inflasi dan cara BPS menghitungnya. Data resmi dapat diakses di situs BPS.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa inflasi Indonesia September 2026?

Inflasi tahunan September 2026 tercatat 3,28%, inflasi bulanan 0,30%, dan inflasi tahun kalender 2,17%, menurut BPS.

Apa penyebab inflasi September 2026?

Pendorong utama adalah kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, ditambah tekanan dari pelemahan rupiah terhadap barang impor.

Berapa sasaran inflasi Bank Indonesia?

Sasaran inflasi BI untuk 2026 dan 2027 adalah 2,5% ± 1%, atau rentang 1,5% hingga 3,5%.

monetapostadmin
Redaksi MonetaPost