Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada 20 Oktober 2026, sejumlah lembaga survei merilis penilaian publik terhadap kinerja Presiden. Hasilnya berbeda cukup jauh, dari di bawah 50% hingga di atas 65%.

Perbandingan Hasil Survei
| Lembaga | Waktu survei | Responden | Metode | Margin of error | Puas terhadap Presiden |
|---|---|---|---|---|---|
| SMRC | 1–10 Okt 2026 | 1.213 | Telepon + tatap muka | ±2,9% | 44,5% |
| Adidaya Institute | 15–21 Sept 2026 | 1.240 | Tatap muka, 38 provinsi | ±2,78% | 60,3% |
| Parameter Politik Indonesia (PPI) | 26 Sept–6 Okt 2026 | 1.200 | Tatap muka, 38 provinsi | ±2,83% | 65,2% |
Poltracking Indonesia juga dilaporkan mencatat kepuasan terhadap Prabowo-Gibran sekitar 55,3%.
Temuan SMRC: Penurunan Tajam
Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat kepuasan terhadap Presiden turun menjadi 44,5%, dari 81,2% pada November 2025. Tren menurun terlihat sepanjang tahun: 66,4% (Februari–Maret 2026) dan 51,1% (Juli 2026). Untuk pertama kalinya, mayoritas responden (53,4%) menyatakan tidak puas.
SMRC menemukan kepuasan sangat terkait dengan persepsi kondisi ekonomi. Di antara responden yang menilai ekonomi nasional baik, 87% puas terhadap Presiden; di antara yang menilai buruk, hanya 23%. Proporsi yang menilai ekonomi buruk kini mencapai 50,8%. Penilaian terhadap program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih juga berkaitan erat dengan tingkat kepuasan.
Survei dipaparkan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, pada 16 Oktober 2026.
Temuan Adidaya dan PPI
Adidaya Institute mencatat 60,3% responden puas terhadap Presiden, 36,2% tidak puas. Kepuasan terhadap Wakil Presiden 51,4%, dan terhadap pemerintahan secara keseluruhan 52,8%.
Parameter Politik Indonesia (PPI), yang dipaparkan Direktur Eksekutif Adi Prayitno, mencatat kepuasan terhadap kinerja Presiden sebesar 65,2%.
Mengapa Hasilnya Berbeda?
- Waktu survei. Survei Adidaya dilakukan pertengahan September, sebelum gejolak pasar saham dan rupiah pada pertengahan Oktober. SMRC melakukan survei pada 1–10 Oktober, ketika tekanan ekonomi lebih terasa.
- Metode wawancara. SMRC menggabungkan wawancara telepon dan tatap muka, sedangkan PPI dan Adidaya menggunakan tatap muka. Perbedaan metode dapat memengaruhi jawaban.
- Rumusan pertanyaan dan pilihan jawaban. Perbedaan kecil dalam kalimat pertanyaan dapat menghasilkan angka berbeda.
- Penarikan dan pembobotan sampel. Komposisi responden menurut wilayah, usia, dan pendidikan berpengaruh pada hasil akhir.
Cara membaca survei politik secara kritis dijelaskan di cara membaca survei politik.
Konteks Dua Tahun Pemerintahan
Survei-survei ini dirilis di tengah kondisi ekonomi yang menantang, termasuk inflasi September 3,28%, rupiah di sekitar Rp18.000 per dolar AS, dan IHSG yang bergejolak. Gambaran lengkap dua tahun pemerintahan ada di dua tahun Prabowo-Gibran. Prinsip dasar membaca margin of error juga dijelaskan oleh Pew Research Center.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa tingkat kepuasan terhadap Prabowo menurut SMRC?
Survei SMRC pada 1–10 Oktober 2026 mencatat kepuasan terhadap Presiden 44,5%, turun dari 81,2% pada November 2025.
Kenapa hasil survei kepuasan berbeda-beda?
Perbedaan dipengaruhi waktu survei, metode wawancara, rumusan pertanyaan, serta penarikan dan pembobotan sampel.
Berapa kepuasan terhadap Prabowo menurut PPI?
Survei Parameter Politik Indonesia pada 26 September–6 Oktober 2026 mencatat kepuasan terhadap kinerja Presiden sebesar 65,2%.
