Home / Market / Saham Naik 760%, Jadwal Akuisisi OLIV Mundur

Saham Naik 760%, Jadwal Akuisisi OLIV Mundur

aku

OLIV menunda akuisisi tahap kedua hingga 25 November untuk memenuhi persyaratan regulasi. Meski mundur, saham OLIV sudah melonjak 760% dan jadi primadona baru di BEI.

MonetaPost – PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) kembali menjadi sorotan di pasar modal Indonesia. Emiten yang bergerak di bidang perdagangan furnitur ini mengumumkan perubahan jadwal akuisisi tahap kedua, yang melibatkan perpindahan kepemilikan saham dalam jumlah besar, mencapai 1,29 miliar lembar saham.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen OLIV menjelaskan bahwa proses penyelesaian akuisisi yang semula dijadwalkan berlangsung pada 5 November kini diundur menjadi 25 November, atau satu hari sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Penundaan ini merupakan hasil dari penyesuaian Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement) antara Hendro Jap dan Hieo Mie Tjen selaku pihak penjual, serta PT Olive Power Invest (OPI), PT Motif Investasi Indonesia, dan PT Pacific Prima Permata sebagai pihak pembeli.

Langkah tersebut dilakukan setelah para pihak menyepakati adanya kebutuhan untuk memperpanjang waktu penyelesaian agar semua persyaratan administratif, legal, dan kepatuhan terhadap ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat dipenuhi secara menyeluruh.

“Dalam hal penyelesaian akuisisi tahap kedua terjadi, maka akan terdapat perubahan pengendali perseroan dari Hendro Jap menjadi OPI,” tulis Direktur Utama OLIV, Hendro Jap, dalam keterbukaan informasi resmi BEI.

Perubahan Pengendali dan Arah Baru Perseroan

Jika seluruh tahapan akuisisi rampung, PT Olive Power Invest (OPI) akan menjadi pemegang saham pengendali baru OLIV, menggantikan Hendro Jap.
Akuisisi ini diharapkan membawa angin segar bagi OLIV, terutama dalam hal penguatan permodalan, restrukturisasi manajemen, serta peningkatan kapasitas operasional.

OPI sendiri dikenal sebagai perusahaan investasi yang memiliki fokus di sektor industri rumah tangga dan logistik digital. Masuknya OPI diharapkan mempercepat transformasi bisnis OLIV, terutama dalam penguatan lini e-commerce dan integrasi rantai pasok digital (digital supply chain).

Sebagai perusahaan furnitur nasional, OLIV selama ini dikenal sebagai salah satu pemasok utama perabot rumah tangga di berbagai platform e-commerce besar, seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada. Dengan struktur pengendali baru, OLIV menargetkan ekspansi agresif di sektor retail online dan logistik pada tahun depan.

Manajemen OLIV menilai momentum akuisisi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan di tengah perubahan tren belanja digital pascapandemi. Peningkatan efisiensi biaya logistik dan pengelolaan inventori menjadi prioritas dalam roadmap bisnis baru yang sedang disiapkan.

Reli Tajam: Saham OLIV Melonjak 760%

Menariknya, meski jadwal akuisisi mundur, saham OLIV justru terus mencatatkan kinerja luar biasa di pasar saham. Pada perdagangan Senin (10/11), harga saham OLIV naik 4,88% ke level Rp129 per saham. Sejak awal tahun, saham OLIV telah melonjak 760%, menjadikannya salah satu top gainer di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2025.

Reli saham OLIV dimulai sejak Agustus 2025, ketika harganya masih berada di level Rp21. Hanya dalam waktu beberapa minggu, harga saham berhasil menembus Rp50 dan terus menanjak seiring meningkatnya minat investor ritel terhadap saham-saham berkapitalisasi kecil dengan potensi turnaround.

Analis pasar menilai, lonjakan harga saham OLIV tidak lepas dari sentimen akuisisi, restrukturisasi manajemen, serta optimisme pasar terhadap potensi peningkatan pendapatan di segmen digital.

Menurut pengamat pasar modal Reza Rahardian, pergerakan saham OLIV merefleksikan ekspektasi investor terhadap transformasi model bisnis perusahaan.

“Investor melihat adanya peluang bahwa masuknya investor strategis baru akan membawa efisiensi dan ekspansi pasar yang lebih luas. Namun, perlu diingat bahwa kenaikan saham yang terlalu cepat juga meningkatkan risiko koreksi tajam,” ujar Reza.

Prospek Bisnis dan Tantangan ke Depan

Dengan valuasi saham yang kini melonjak lebih dari tujuh kali lipat, OLIV menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan ekspektasi pasar dengan performa fundamental. Meski momentum akuisisi memberi sentimen positif, investor tetap perlu berhati-hati karena volatilitas saham berkapitalisasi kecil (small cap) cenderung tinggi.

Beberapa analis memperkirakan, setelah akuisisi tahap kedua selesai, OLIV akan mulai merombak struktur organisasi dan strategi distribusi pada kuartal I 2026. Fokus utama diarahkan pada efisiensi rantai pasok, digitalisasi sistem logistik, serta perluasan jaringan distribusi hingga ke Indonesia Timur.

Selain itu, OLIV juga dikabarkan tengah menjajaki kerja sama strategis dengan produsen furnitur internasional, untuk memperluas akses ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk lokal. Jika terealisasi, kolaborasi ini dapat memperkuat posisi OLIV sebagai pemain furnitur nasional dengan orientasi global.

Namun di sisi lain, pasar juga mencermati penurunan margin laba bersih yang sempat terjadi di laporan keuangan kuartal sebelumnya. Hal ini menjadi indikator bahwa OLIV perlu melakukan efisiensi biaya dan optimalisasi produksi untuk menjaga profitabilitas jangka panjang.

Meski demikian, potensi pertumbuhan bisnis furnitur di Indonesia masih besar. Data Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menunjukkan bahwa pasar furnitur domestik tumbuh rata-rata 8–10% per tahun, didorong oleh peningkatan kelas menengah dan tren hunian modern.

Dengan dukungan modal dan arah strategis baru dari OPI, OLIV berpeluang memperkuat daya saingnya di sektor ini.

Penundaan jadwal akuisisi OLIV menjadi sinyal bahwa perseroan tengah berhati-hati menyiapkan perubahan besar dalam struktur pengendali. Meski jadwal bergeser, sentimen pasar terhadap OLIV tetap positif.
Dengan harga saham yang sudah melonjak 760%, perusahaan kini berada di persimpangan penting: antara mengukuhkan fundamental bisnis atau menghadapi potensi koreksi harga akibat ekspektasi berlebihan.

Para analis sepakat bahwa kunci keberhasilan OLIV pasca akuisisi adalah eksekusi strategi bisnis secara disiplin dan transparansi dalam komunikasi kepada publik. Jika berhasil, OLIV berpotensi naik kelas dari emiten small cap menjadi pemain penting di industri furnitur nasional.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *