Hot News
Forex, Economics & Trading Excellence
Ekonomi

Cara Membaca Postur APBN: Pendapatan, Belanja, Defisit, dan Pembiayaan

✍️ monetapostadmin 📅 October 21, 2026 👁 4 views

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah rencana keuangan tahunan pemerintah yang disetujui DPR. Ringkasannya disebut postur APBN, yang berisi angka-angka utama pendapatan, belanja, defisit, dan pembiayaan.

1. Pendapatan Negara

Pendapatan negara terdiri dari tiga sumber:

  • Penerimaan perpajakan: pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPN), pajak bumi dan bangunan, serta kepabeanan dan cukai.
  • Penerimaan negara bukan pajak (PNBP): misalnya royalti sumber daya alam, layanan kementerian, dan pendapatan Badan Layanan Umum.
  • Hibah: penerimaan dari dalam atau luar negeri yang tidak perlu dibayar kembali.

Contoh APBN 2027: pendapatan Rp3.435,10 triliun, dengan perpajakan Rp2.911,95 triliun dan PNBP Rp522,48 triliun.

Fakta kunci: Cara Membaca Postur APBN: Pendapatan, Belanja, Defisit, dan Pembiayaan
Empat bagian utama dalam postur APBN.

2. Belanja Negara

  • Belanja pemerintah pusat:

– Belanja kementerian/lembaga (K/L): anggaran yang dikelola kementerian, seperti pendidikan, pertahanan, dan infrastruktur. – Belanja non-K/L: antara lain pembayaran bunga utang, subsidi energi dan nonenergi, serta belanja lain-lain.

  • Transfer ke daerah (TKD): dana yang dialirkan ke pemerintah daerah, seperti dana alokasi umum dan dana desa. Penjelasannya ada di transfer ke daerah dan otonomi.

Contoh APBN 2027: belanja Rp4.106,26 triliun, terdiri dari belanja pusat Rp3.371,26 triliun dan TKD Rp735 triliun.

3. Keseimbangan Primer dan Defisit

  • Defisit = belanja negara − pendapatan negara. Jika hasilnya negatif, APBN defisit.
  • Keseimbangan primer = pendapatan − belanja di luar pembayaran bunga utang. Angka ini menunjukkan apakah pemerintah perlu berutang untuk membayar bunga utang lama.

Contoh APBN 2027: defisit Rp671,16 triliun (2,4% PDB), keseimbangan primer negatif Rp20,85 triliun. Artinya, tanpa memperhitungkan bunga utang, anggaran hampir seimbang. Batas defisit diatur undang-undang; penjelasannya di apa itu defisit APBN.

4. Pembiayaan Anggaran

Defisit harus ditutup dengan pembiayaan, terutama dari:

  • Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), baik di pasar domestik maupun global.
  • Pinjaman dalam dan luar negeri.
  • Penggunaan saldo anggaran lebih (SAL) dari tahun sebelumnya.

Besarnya pembiayaan biasanya sama dengan defisit. Karena sebagian besar berasal dari SBN, imbal hasil obligasi pemerintah menjadi penting; kaitannya dibahas di yield SBN di atas 7%.

5. Asumsi Dasar Ekonomi Makro

Postur APBN disusun berdasarkan asumsi seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, kurs rupiah, imbal hasil SBN, harga minyak, dan lifting migas. Jika realisasi jauh berbeda, misalnya harga minyak jauh di atas asumsi, belanja subsidi dan penerimaan bisa ikut berubah.

Di Mana Melihat Realisasinya?

Kementerian Keuangan merilis realisasi APBN setiap bulan melalui laporan APBN KiTa di situs Kemenkeu. Contoh realisasi terbaru ada di penerimaan pajak hingga September 2026, dan postur lengkap tahun depan di APBN 2027.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu postur APBN?

Postur APBN adalah ringkasan angka utama APBN, meliputi pendapatan negara, belanja negara, keseimbangan primer, defisit, dan pembiayaan.

Apa bedanya defisit dan keseimbangan primer?

Defisit adalah selisih belanja dan pendapatan, sedangkan keseimbangan primer menghitung selisih tersebut tanpa memasukkan pembayaran bunga utang.

Bagaimana pemerintah menutup defisit APBN?

Defisit ditutup melalui pembiayaan, terutama penerbitan Surat Berharga Negara, pinjaman, dan penggunaan saldo anggaran lebih.

monetapostadmin
Redaksi MonetaPost