Di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham tidak bisa naik atau turun tanpa batas dalam satu hari. Ada mekanisme auto rejection, yaitu penolakan otomatis oleh sistem terhadap order beli atau jual yang harganya melewati batas tertentu.
- ARA (Auto Rejection Atas): batas maksimal kenaikan harga dalam sehari.
- ARB (Auto Rejection Bawah): batas maksimal penurunan harga dalam sehari.
Batas dihitung dari harga acuan, umumnya harga penutupan hari sebelumnya.

Batas ARA dan ARB Saat Ini
| Rentang harga acuan | ARA | ARB |
|---|---|---|
| >Rp10–Rp200 | 35% | 7% |
| >Rp200–Rp5.000 | 25% | 7% |
| >Rp5.000 | 20% | 7% |
Batas ARB 7% berlaku sementara mulai 19 Oktober hingga 31 Desember 2026, menggantikan batas sebelumnya 15%. Latar belakang perubahan ini dibahas di BEI pangkas batas ARB jadi 7%. Saham di papan pemantauan khusus dan saham dengan harga sangat rendah dapat memiliki ketentuan berbeda.
Cara Menghitung
Harga ARA = harga acuan × (1 + persentase ARA) Harga ARB = harga acuan × (1 − persentase ARB)
Hasilnya kemudian dibulatkan sesuai fraksi harga (kelipatan harga) yang berlaku.
Contoh 1: saham ditutup Rp1.000.
- ARA = Rp1.000 × 1,25 = Rp1.250
- ARB = Rp1.000 × 0,93 = Rp930
Contoh 2: saham ditutup Rp150.
- ARA = Rp150 × 1,35 = Rp202,5, dibulatkan sesuai fraksi menjadi sekitar Rp202
- ARB = Rp150 × 0,93 = Rp139,5, dibulatkan menjadi sekitar Rp140
Contoh 3: saham ditutup Rp8.000.
- ARA = Rp8.000 × 1,20 = Rp9.600
- ARB = Rp8.000 × 0,93 = Rp7.440
Apa Artinya Saham Terkena ARA atau ARB?
- Saham ARA: permintaan sangat tinggi sehingga harga mentok di batas atas. Biasanya terlihat antrean beli menumpuk di harga tersebut dan hampir tidak ada penjual.
- Saham ARB: tekanan jual sangat besar sehingga harga mentok di batas bawah. Antrean jual menumpuk, dan investor bisa kesulitan menjual saham.
Saham yang terkena ARA berhari-hari kadang menarik perhatian bursa. BEI dapat menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) atau menghentikan sementara perdagangan saham tersebut (suspensi).
Mengapa Ada Batas?
Batas ARA dan ARB bertujuan meredam pergerakan ekstrem yang dipicu kepanikan atau spekulasi berlebihan, serta memberi waktu bagi investor mencerna informasi. Untuk penurunan indeks secara keseluruhan, BEI memiliki mekanisme terpisah, yaitu trading halt.
Tips bagi Pemula
- Jangan mengejar saham yang sudah ARA tanpa memahami alasannya. Lonjakan sering diikuti koreksi tajam.
- Waspadai saham dengan antrean ARB panjang, karena keluar dari posisi bisa memakan waktu berhari-hari.
- Pelajari fundamental emiten sebelum membeli. Panduannya ada di cara membaca laporan keuangan emiten.
Fenomena saham yang melonjak ratusan persen dalam waktu singkat pernah dibahas dalam saham ZATA meroket 2026. Aturan resmi perdagangan dapat dibaca di situs IDX.
Artikel ini bersifat edukasi dan bukan rekomendasi membeli atau menjual efek. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu ARA dan ARB?
ARA adalah batas maksimal kenaikan harga saham dalam sehari, sedangkan ARB adalah batas maksimal penurunannya, dihitung dari harga acuan.
Berapa batas ARB saham saat ini?
Batas ARB sementara 7% untuk saham di atas Rp10, berlaku 19 Oktober hingga 31 Desember 2026.
Bagaimana cara menghitung harga ARA?
Harga ARA = harga acuan × (1 + persentase ARA), lalu dibulatkan sesuai fraksi harga. Contoh: saham Rp1.000 dengan ARA 25% memiliki batas Rp1.250.
