Surat Berharga Negara (SBN) ritel adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah khusus untuk investor individu warga negara Indonesia. Pembayaran kupon dan pokoknya dijamin undang-undang, sehingga risiko gagal bayarnya dianggap sangat rendah.
Ada empat jenis SBN ritel yang rutin ditawarkan.
Tabel Perbedaan
| Fitur | ORI | SR | SBR | ST |
|---|---|---|---|---|
| Prinsip | Konvensional | Syariah (sukuk) | Konvensional | Syariah (sukuk) |
| Jenis kupon | Tetap | Tetap | Mengambang dengan batas bawah | Mengambang dengan batas bawah |
| Bisa diperdagangkan | Ya | Ya | Tidak | Tidak |
| Pencairan awal | Dijual di pasar sekunder | Dijual di pasar sekunder | Early redemption sesuai ketentuan | Early redemption sesuai ketentuan |

Penjelasan Tiap Jenis
ORI (Obligasi Negara Ritel) dan SR (Sukuk Ritel) memberikan kupon tetap sampai jatuh tempo. Keduanya bisa dijual ke investor lain di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Harga jualnya bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari harga beli, tergantung kondisi suku bunga.
SBR (Savings Bond Ritel) dan ST (Sukuk Tabungan) memiliki kupon mengambang yang mengikuti BI-Rate, tetapi dengan batas bawah (floor). Jika BI-Rate naik, kupon ikut naik; jika turun, kupon tidak akan di bawah batas bawah. Keduanya tidak bisa diperdagangkan, tetapi investor dapat mencairkan sebagian sebelum jatuh tempo melalui fasilitas early redemption dengan ketentuan tertentu.
Keuntungan SBN Ritel
- Aman: dijamin negara.
- Kupon kompetitif: biasanya lebih tinggi dari bunga deposito bank besar.
- Pajak lebih rendah: kupon dikenai PPh final 10%, sementara bunga deposito dikenai 20%.
- Modal terjangkau: minimal pembelian umumnya Rp1 juta.
- Ikut membiayai pembangunan.
Kaitannya dengan Yield SBN
Kupon SBN ritel baru biasanya mengikuti kondisi imbal hasil SBN di pasar. Saat yield SBN 10 tahun bertahan di atas 7%, kupon seri baru cenderung lebih menarik. Bagi pemegang ORI atau SR, kenaikan yield membuat harga di pasar sekunder turun, sehingga menjual sebelum jatuh tempo bisa merugi. Penjelasannya ada di apa itu yield obligasi.
Cara Membeli
- Pilih mitra distribusi resmi, seperti bank, perusahaan sekuritas, atau platform investasi yang ditunjuk Kementerian Keuangan.
- Daftar dan lengkapi data, termasuk nomor tunggal identitas pemodal (SID) dan rekening dana.
- Pesan saat masa penawaran berlangsung.
- Bayar menggunakan kode billing sebelum batas waktu.
Jadwal penawaran dan daftar mitra distribusi resmi dapat dilihat di DJPPR Kementerian Keuangan. SBN ritel juga dapat menjadi alternatif penempatan dana selain reksa dana.
Artikel ini bersifat edukasi dan bukan rekomendasi membeli atau menjual efek. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa beda ORI dan SBR?
ORI memiliki kupon tetap dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder, sedangkan SBR memiliki kupon mengambang dengan batas bawah dan tidak bisa diperdagangkan, tetapi memiliki fasilitas early redemption.
Berapa pajak kupon SBN ritel?
Kupon SBN ritel dikenai PPh final 10%, lebih rendah dari pajak bunga deposito sebesar 20%.
Berapa minimal pembelian SBN ritel?
Minimal pembelian SBN ritel umumnya Rp1 juta, dengan batas maksimal yang berbeda untuk setiap seri.
