Hot News
Forex, Economics & Trading Excellence
Market

Cara Membaca PER dan PBV Saham untuk Menilai Murah atau Mahal

✍️ monetapostadmin 📅 October 21, 2026 👁 4 views

Harga saham Rp5.000 belum tentu mahal, dan harga Rp200 belum tentu murah. Untuk menilai valuasi, investor menggunakan rasio yang membandingkan harga dengan kinerja perusahaan. Dua yang paling populer adalah PER dan PBV.

PER (Price to Earnings Ratio)

PER = Harga saham ÷ Laba per saham (EPS)

PER menunjukkan berapa kali investor bersedia membayar dibanding laba perusahaan per lembar saham.

Contoh: harga saham Rp4.000, EPS Rp400.

  • PER = Rp4.000 ÷ Rp400 = 10 kali.
  • Artinya, dengan laba yang stabil, butuh sekitar 10 tahun agar akumulasi laba menyamai harga saham.
Fakta kunci: Cara Membaca PER dan PBV Saham untuk Menilai Murah atau Mahal
Dua rasio valuasi saham yang paling sering digunakan.

PBV (Price to Book Value)

PBV = Harga saham ÷ Nilai buku per saham

Nilai buku per saham = ekuitas perusahaan ÷ jumlah saham beredar.

Contoh: ekuitas Rp20 triliun, saham beredar 10 miliar lembar, harga saham Rp3.000.

  • Nilai buku per saham = Rp20 triliun ÷ 10 miliar = Rp2.000.
  • PBV = Rp3.000 ÷ Rp2.000 = 1,5 kali.

PBV di bawah 1 berarti harga saham lebih rendah dari nilai buku ekuitasnya. PBV sering digunakan untuk menilai saham perbankan, karena aset dan ekuitas bank sebagian besar berupa aset keuangan.

Membandingkan dengan Benar

  1. Bandingkan dengan emiten sejenis. PER bank tidak bisa langsung dibandingkan dengan PER perusahaan teknologi atau tambang.
  2. Bandingkan dengan rata-rata historis. Saham yang biasanya diperdagangkan di PER 15 kali lalu turun ke 8 kali bisa menandakan valuasi murah, atau ada masalah fundamental.
  3. Gunakan PBV bersama ROE. Bank dengan ROE (laba ÷ ekuitas) tinggi wajar diperdagangkan di PBV lebih tinggi.

Jebakan Saham Murah (Value Trap)

PER atau PBV rendah tidak selalu berarti peluang. Bisa jadi:

  • Laba sedang di puncak siklus dan akan turun, seperti pada saham komoditas.
  • Ada risiko yang belum tercermin di laporan keuangan, misalnya kredit macet atau utang besar.
  • Pasar meragukan tata kelola perusahaan.

Contoh Konteks Terkini

Setelah saham bank besar rontok akibat pengumuman MSCI, sejumlah pihak menyebut PBV saham bank BUMN berada di level relatif rendah. Penurunan seperti ini dipicu sentimen, sehingga investor perlu memeriksa apakah fundamental bank, seperti laba dan kualitas kredit, tetap terjaga. Contoh laporan kinerja bank ada di laba BBCA kuartal I 2026.

Di Mana Mencari Datanya?

Laba, ekuitas, dan jumlah saham dapat ditemukan di laporan keuangan emiten di situs IDX. Banyak aplikasi sekuritas juga menampilkan PER dan PBV secara otomatis. Panduan membaca laporan keuangan dasar ada di cara membaca laporan keuangan emiten, dan rasio dividen di apa itu dividen yield.

Artikel ini bersifat edukasi dan bukan rekomendasi membeli atau menjual efek. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara menghitung PER saham?

PER dihitung dengan membagi harga saham dengan laba per saham (EPS). Contoh: harga Rp4.000 dan EPS Rp400 menghasilkan PER 10 kali.

Apa arti PBV di bawah 1?

PBV di bawah 1 berarti harga saham lebih rendah dari nilai buku ekuitas per sahamnya, yang bisa menandakan valuasi murah atau adanya masalah fundamental.

Apakah saham dengan PER rendah pasti murah?

Tidak selalu. PER rendah bisa terjadi karena laba sedang di puncak siklus atau ada risiko yang belum tercermin, yang disebut value trap.

monetapostadmin
Redaksi MonetaPost