Dividen adalah bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Dividen yield menunjukkan besarnya dividen tersebut dibanding harga saham, dalam persentase.
Rumus Dividen Yield
Dividen yield = Dividen per saham (DPS) รท Harga saham ร 100%
Contoh: sebuah bank membagikan dividen Rp300 per saham, dan harga sahamnya Rp3.000.
- Dividen yield = Rp300 รท Rp3.000 ร 100% = 10%.
Jika harga saham turun ke Rp2.500 sementara dividen tetap Rp300, dividen yield naik menjadi 12%. Inilah mengapa saat harga saham anjlok, dividen yield terlihat lebih menarik, seperti terjadi pada saham bank besar setelah pengumuman MSCI.

Hati-Hati dengan Dividen Yield Tinggi
Dividen yield dihitung dari dividen yang sudah dibagikan. Dividen tahun depan bisa lebih kecil jika laba perusahaan turun. Karena itu, perhatikan juga:
- Payout ratio: persentase laba yang dibagikan sebagai dividen. Payout yang terlalu tinggi bisa sulit dipertahankan.
- Konsistensi: apakah perusahaan rutin membagikan dividen dari tahun ke tahun.
- Tren laba: dividen berkelanjutan berasal dari laba yang stabil atau tumbuh.
Jadwal Penting Dividen
- Pengumuman: setelah RUPS atau keputusan direksi untuk dividen interim.
- Cum date: hari terakhir membeli saham agar berhak menerima dividen.
- Ex date: hari pertama saham diperdagangkan tanpa hak dividen. Harga saham biasanya turun mendekati besaran dividen.
- Recording date: tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak.
- Payment date: tanggal dividen dibayarkan ke rekening dana nasabah (RDN).
Karena penyelesaian transaksi saham di BEI berlangsung T+2, membeli saham pada cum date masih membuat Anda tercatat sebagai pemegang saham pada recording date.
Pajak Dividen
Untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri:
- Dividen dikenai PPh final 10%.
- Dividen dapat dibebaskan dari pajak jika diinvestasikan kembali di Indonesia dalam jangka waktu dan instrumen tertentu sesuai ketentuan perpajakan.
Ketentuan rinci dapat dicek di situs Direktorat Jenderal Pajak.
Dividen Interim vs Final
- Dividen final: dibagikan setelah tahun buku berakhir, berdasarkan keputusan RUPS tahunan.
- Dividen interim: dibagikan sebelum tahun buku berakhir, berdasarkan keputusan direksi dengan persetujuan dewan komisaris. Contohnya dividen interim BBRI 2026.
Contoh dividen besar dari emiten lain dapat dibaca di dividen AADI Rp4,17 triliun. Untuk menilai valuasi secara lebih utuh, gunakan dividen yield bersama PER dan PBV.
Artikel ini bersifat edukasi dan bukan rekomendasi membeli atau menjual efek. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara menghitung dividen yield?
Dividen yield = dividen per saham รท harga saham ร 100%. Contoh: dividen Rp300 dan harga Rp3.000 menghasilkan dividen yield 10%.
Kapan harus membeli saham agar dapat dividen?
Saham harus dibeli paling lambat pada cum date, yaitu hari terakhir perdagangan dengan hak dividen.
Berapa pajak dividen saham di Indonesia?
Dividen untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri dikenai PPh final 10%, dan dapat dibebaskan jika diinvestasikan kembali sesuai ketentuan.
