Cadangan devisa adalah aset luar negeri yang dikuasai dan dapat digunakan sewaktu-waktu oleh otoritas moneter, di Indonesia yaitu Bank Indonesia (BI). Aset ini menjadi bantalan ekonomi saat terjadi guncangan dari luar negeri.
Komponen Cadangan Devisa
Mengikuti standar internasional, cadangan devisa terdiri dari:
- Valuta asing: simpanan dan surat berharga dalam mata uang asing, terutama dolar AS. Ini porsi terbesar.
- Emas moneter: emas yang dimiliki bank sentral sebagai aset cadangan.
- Special Drawing Rights (SDR): aset cadangan yang dialokasikan Dana Moneter Internasional (IMF) kepada negara anggota.
- Posisi cadangan di IMF: bagian kuota negara di IMF yang dapat ditarik sewaktu-waktu.

Fungsi Cadangan Devisa
- Membiayai impor ketika pasokan valas dari ekspor dan investasi sedang seret.
- Membayar utang luar negeri pemerintah dan BI yang jatuh tempo.
- Menstabilkan nilai tukar rupiah. Saat rupiah melemah tajam, BI dapat menjual dolar AS untuk menambah pasokan di pasar.
- Menjaga kepercayaan investor. Cadangan yang kuat memberi sinyal bahwa negara mampu memenuhi kewajiban luar negerinya.
Berapa yang Dianggap Aman?
Ukuran yang umum dipakai adalah rasio terhadap impor. Standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ukuran lain yang juga dipakai analis adalah perbandingan cadangan dengan utang luar negeri jangka pendek.
Per akhir September 2026, cadangan devisa Indonesia US$146,3 miliar, setara 5,3 bulan impor, atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Rinciannya ada di berita cadangan devisa September 2026.
Apa yang Membuat Cadangan Naik atau Turun?
Naik, misalnya karena:
- Penerbitan surat utang global atau penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.
- Penerimaan pajak dan jasa dalam valas.
- Konversi devisa hasil ekspor yang ditempatkan di dalam negeri.
Turun, misalnya karena:
- Pembayaran utang luar negeri yang jatuh tempo.
- Intervensi BI untuk menahan pelemahan rupiah.
Kebijakan devisa hasil ekspor menjadi salah satu cara menjaga pasokan valas, seperti dibahas dalam aturan DHE 2026.
Cadangan Besar Bukan Jaminan Rupiah Kuat
Cadangan devisa ibarat dana darurat negara. Besarnya penting, tetapi nilai tukar juga dipengaruhi faktor lain seperti suku bunga, arus modal, dan kepercayaan pasar. Karena itu, BI biasanya mengombinasikan intervensi dengan kebijakan suku bunga. Kaitan kebijakan moneter dan rupiah dijelaskan di apa itu BI-Rate.
Data cadangan devisa dirilis setiap awal bulan di situs Bank Indonesia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu cadangan devisa?
Cadangan devisa adalah aset luar negeri yang dikuasai Bank Indonesia, terdiri dari valuta asing, emas moneter, SDR, dan posisi cadangan di IMF.
Berapa cadangan devisa yang dianggap aman?
Standar kecukupan internasional umumnya sekitar 3 bulan impor. Indonesia saat ini memiliki cadangan setara 5,3 bulan impor.
Kenapa cadangan devisa bisa turun?
Cadangan devisa turun antara lain karena pembayaran utang luar negeri yang jatuh tempo dan intervensi BI untuk menstabilkan rupiah.
