Harga bitcoin diproyeksikan menembus hingga US$225.000 pada 2026. Volatilitas tinggi, kebijakan moneter, dan arus dana institusional jadi penentu.
MonetaPost – Harga bitcoin kembali menjadi sorotan menjelang 2026. Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dan kemudian mengalami koreksi tajam pada tahun lalu, aset kripto terbesar dunia ini diproyeksikan memiliki peluang untuk kembali menembus level harga baru. Sejumlah analis dan pelaku industri bahkan mematok target optimistis hingga US$225.000, meski disertai volatilitas yang dinilai akan tetap ekstrem.
Prediksi tersebut mencerminkan ketidakpastian sekaligus potensi besar pasar kripto di tengah perubahan lanskap ekonomi global, kebijakan moneter, serta meningkatnya peran investor institusional.
Rentang Proyeksi Harga Sangat Lebar
Dari US$75.000 hingga US$225.000
Sejumlah proyeksi menempatkan bitcoin dalam rentang harga yang sangat lebar pada 2026, mulai dari US$75.000 hingga US$225.000. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase transisi dan belum memiliki arah yang sepenuhnya stabil.
Bitcoin sebelumnya sempat mencetak rekor di atas US$126.000 pada Oktober sebelum terkoreksi tajam hingga ke kisaran US$80.000 di akhir tahun. Hingga awal 2026, harga bitcoin masih berada sekitar 30% di bawah level tertingginya, menandakan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Volatilitas Tetap Jadi Ciri Utama
Para analis sepakat bahwa volatilitas akan tetap menjadi karakter utama pergerakan bitcoin pada 2026. Ketidakpastian makroekonomi, perubahan kebijakan suku bunga global, serta dinamika geopolitik menjadi faktor yang dapat memicu pergerakan harga tajam dalam waktu singkat.
Faktor Pendorong Kenaikan Bitcoin
Regulasi dan Investor Institusional
Pasar kripto sebelumnya terdorong oleh ekspektasi regulasi yang lebih ramah di Amerika Serikat serta meningkatnya minat investor institusional, termasuk bank dan lembaga keuangan tradisional. Masuknya institusi dinilai mampu memperkuat likuiditas dan memperluas basis investor bitcoin.
Selain itu, kemunculan perusahaan digital asset treasury (DAT) yang mengakumulasi bitcoin turut memberikan dorongan harga dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, peran DAT diperkirakan tidak lagi dominan pada 2026.
Peran ETF Bitcoin
Sejumlah analis menilai arus dana ke produk exchange-traded fund (ETF) berbasis bitcoin berpotensi menjadi pendorong utama kenaikan harga berikutnya. ETF memberikan akses yang lebih mudah dan terstruktur bagi investor institusional untuk berinvestasi di bitcoin tanpa harus menyimpan aset kripto secara langsung.
Jika aliran dana ke ETF terus meningkat, tekanan beli dinilai dapat mendorong harga bitcoin kembali mendekati atau bahkan melampaui rekor sebelumnya.
Tantangan dan Risiko Pasar
Tekanan Makro dan Valuasi Aset Berisiko
Di sisi lain, pasar kripto menghadapi tekanan dari tingginya valuasi saham teknologi serta kekhawatiran bahwa ledakan kecerdasan buatan dapat berubah menjadi gelembung. Kondisi ini membuat investor cenderung lebih selektif terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Aksi jual yang terjadi di akhir tahun lalu menunjukkan bahwa bitcoin tetap rentan terhadap perubahan sentimen global dan kebijakan moneter yang ketat.
Transisi Struktur Pasar
Profesor keuangan Carol Alexander memproyeksikan bitcoin bergerak dalam kisaran volatil antara US$75.000 hingga US$150.000 pada 2026, dengan titik keseimbangan di sekitar US$110.000. Menurutnya, pasar tengah beralih dari dominasi investor ritel menuju likuiditas institusional, yang akan mengubah pola pergerakan harga.
Proyeksi dari Berbagai Lembaga
Pandangan Moderat hingga Optimistis
James Butterfill dari CoinShares memperkirakan bitcoin berada di kisaran US$120.000 hingga US$170.000 pada 2026, dengan potensi pergerakan lebih konstruktif pada paruh kedua tahun. Faktor yang dicermati pasar antara lain pergantian Ketua Federal Reserve AS serta kepastian regulasi aset digital.
Standard Chartered mematok target lebih konservatif di US$150.000 setelah memangkas proyeksi sebelumnya. Bank tersebut menilai koreksi harga yang terjadi masih tergolong wajar dalam siklus jangka panjang bitcoin.
Target Tinggi dari Pelaku Industri Kripto
Dari kalangan industri kripto, Maple Finance menargetkan harga bitcoin US$175.000 pada 2026. Optimisme ini didorong oleh potensi penurunan suku bunga dan peningkatan adopsi institusional. Selain itu, pinjaman berbasis bitcoin yang diperkirakan menembus US$100 miliar dinilai dapat mengurangi tekanan jual.
Bit Mining memproyeksikan rentang ekstrem US$75.000 hingga US$225.000, mencerminkan potensi upside besar sekaligus risiko tinggi. Sementara itu, analis Nexo menilai bitcoin berpeluang bergerak di kisaran US$150.000 hingga US$200.000 seiring meredanya aksi jual pemegang jangka panjang.
Outlook Bitcoin Menuju 2026
Memasuki 2026, bitcoin dinilai memiliki risiko pasokan yang lebih rendah dan basis modal yang lebih luas. Jika kondisi keuangan global menjadi lebih longgar dan adopsi institusional berlanjut, peluang bitcoin untuk kembali mencetak rekor harga tetap terbuka.
Namun, volatilitas tinggi akan tetap menjadi tantangan utama. Investor dituntut untuk memahami risiko serta dinamika pasar sebelum mengambil keputusan di tengah optimisme menuju potensi harga US$225.000.







One Comment