Investor asing meningkatkan kepemilikan Gilt Inggris sebesar £22,3 miliar pada Juli 2025, tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Bank domestik juga ikut memperbesar pembelian. Apa arti lonjakan ini bagi pasar obligasi dan ekonomi Inggris?
MonetaPost – Pasar obligasi pemerintah Inggris atau yang dikenal dengan Gilt mencatat lonjakan permintaan signifikan pada Juli 2025. Menurut laporan Bankstats Bank of England yang dirilis Selasa, investor asing meningkatkan kepemilikan Gilt sebesar £22,3 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan penambahan £12,1 miliar pada bulan Juni.
Pergerakan ini menandai pemulihan kepercayaan asing terhadap aset Inggris setelah paruh pertama tahun 2025 yang relatif lemah. Secara kumulatif, kepemilikan asing atas Gilt bertambah £15,3 miliar sepanjang tahun hingga Juli, sebuah rebound yang penting bagi stabilitas pasar obligasi.
Bank Domestik Ikut Menambah Porsi
Tidak hanya investor asing, bank-bank domestik Inggris juga memperlihatkan agresivitas dalam memperbesar kepemilikan Gilt. Pada Juli, bank Inggris membeli £10,9 miliar Gilt, mencatatkan peningkatan bulanan terbesar sejak November tahun lalu, ketika pembelian mencapai £13 miliar.
Menariknya, tren pembelian bank domestik ini sudah konsisten berlangsung selama lebih dari setahun. Sejak Juli 2024, kepemilikan mereka meningkat rata-rata £7,6 miliar per bulan. Total hingga Juli 2025, bank Inggris sudah menambah Gilt sebesar £49,5 miliar, bahkan sudah melampaui total pembelian sepanjang tahun 2024 yang sebesar £49,6 miliar.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa bank domestik memandang Gilt sebagai instrumen aman sekaligus menarik, terutama ketika pasar global masih diliputi ketidakpastian.
Non-Bank Domestik Tetap Dominan, Tapi Melambat
Sementara itu, sektor non-bank domestik—yang mencakup dana pensiun, perusahaan asuransi, dan institusi keuangan lainnya—tetap menjadi pembeli terbesar Gilt sepanjang 2025 dengan total akuisisi mencapai £96,5 miliar hingga Juli.
Namun, pada Juli lalu, peningkatan kepemilikan mereka hanya sebesar £0,5 miliar, menunjukkan perlambatan minat dibandingkan periode-periode sebelumnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya rebalancing portofolio atau menunggu kepastian fiskal dari pemerintah sebelum menambah eksposur lebih jauh.
Faktor Pendorong Lonjakan Minat Investor Asing
Ada beberapa faktor yang menjelaskan mengapa minat asing terhadap Gilt meningkat tajam di bulan Juli:
-
Pelemahan Pound Sterling
Pound Inggris berbasis perdagangan tertimbang melemah pada Juli, sehingga Gilt relatif lebih murah bagi investor asing. Kondisi ini mendorong terjadinya rebalancing ke aset Inggris. -
Komitmen Pemerintah pada Aturan Fiskal
Setelah volatilitas pasar di awal Juli, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap disiplin dalam aturan fiskal. Kepastian ini memberikan jaminan tambahan bagi investor internasional bahwa risiko fiskal Inggris dapat terkendali. -
Peluang dari Penjualan Gilt pada 2 Juli
Penjualan obligasi pemerintah pada awal Juli kemungkinan menciptakan momentum yang dimanfaatkan investor asing untuk masuk lebih besar ke pasar.
Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, Juli menjadi bulan yang penuh gairah bagi pasar Gilt setelah beberapa bulan stagnan.
Risiko yang Membayangi Pasar Obligasi Inggris
Meski tren kepemilikan asing meningkat, sejumlah risiko tetap menghantui pasar Gilt. Salah satunya adalah peningkatan kebutuhan pinjaman pemerintah Inggris yang berpotensi menekan permintaan di masa depan.
Data menunjukkan, Kebutuhan Kas Bersih Pemerintah Pusat (PSNB) sudah berjalan £9 miliar lebih tinggi dari rencana fiskal per Juli 2025. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa beban pinjaman akan semakin besar pada paruh kedua tahun ini.
Selain itu, menjelang Anggaran Musim Gugur yang diperkirakan baru akan diumumkan pada minggu 10 November, pasar masih dihantui ketidakpastian. Para ekonom memperkirakan pemerintah tidak punya banyak pilihan selain menaikkan pajak untuk menjaga stabilitas fiskal. Namun, langkah ini bisa berdampak pada konsumsi domestik dan pertumbuhan ekonomi.
Implikasi bagi Investor dan Pasar
Kenaikan kepemilikan Gilt, baik oleh investor asing maupun domestik, mencerminkan bahwa instrumen ini masih dipandang sebagai safe haven di tengah gejolak global. Obligasi pemerintah Inggris tetap menawarkan kombinasi keamanan dan imbal hasil yang menarik, apalagi ketika ketidakpastian ekonomi dunia masih tinggi.
Namun, dalam jangka menengah, permintaan bisa kembali tertekan jika:
-
Pinjaman pemerintah meningkat tajam,
-
Anggaran Musim Gugur menghadirkan kebijakan fiskal yang tidak meyakinkan,
-
atau pound sterling menguat sehingga mengurangi daya tarik aset Inggris bagi investor luar negeri.
Lonjakan kepemilikan Gilt oleh investor asing sebesar £22,3 miliar pada Juli 2025 menjadi sinyal penting bahwa pasar obligasi Inggris masih diminati meskipun menghadapi tekanan fiskal. Ditambah dengan partisipasi aktif bank domestik dan non-bank, Gilt tetap menjadi instrumen kunci dalam portofolio investasi global.
Namun, ketidakpastian fiskal dan potensi peningkatan pinjaman pemerintah bisa menjadi batu sandungan dalam beberapa bulan ke depan. Semua mata kini tertuju pada Anggaran Musim Gugur November, yang akan menentukan arah fiskal Inggris dan seberapa besar kepercayaan investor bisa dipertahankan.






