Home / Ekonomi / Bitcoin Turun 2,8% ke 86.000, Pasar Kripto Tertekan

Bitcoin Turun 2,8% ke 86.000, Pasar Kripto Tertekan

tu

Harga Bitcoin turun 2,81 persen ke level 86.086 dollar AS dalam 24 jam terakhir. Tekanan jual masih membayangi pasar kripto global.

MonetaPost – Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat mencatatkan harga terendah di level 85.304,07 dollar AS, sementara harga tertingginya mencapai 89.983,91 dollar AS. Rentang pergerakan yang cukup lebar ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar kripto, sekaligus menunjukkan dominasi tekanan jual dibandingkan minat beli. Fluktuasi harga yang tajam tersebut mengindikasikan bahwa sentimen pasar masih cenderung negatif dan pelaku pasar belum sepenuhnya yakin terhadap arah pergerakan harga dalam jangka pendek.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar investor dan trader masih bersikap wait and see. Pelaku pasar cenderung menunggu sinyal pemulihan yang lebih kuat sebelum kembali melakukan akumulasi aset kripto, khususnya Bitcoin. Ketidakpastian global serta dinamika pasar keuangan turut memengaruhi kehati-hatian investor dalam mengambil keputusan.

Kinerja Mingguan hingga Tahunan

Tekanan terhadap Bitcoin tidak hanya terjadi dalam jangka pendek. Secara mingguan, harga Bitcoin tercatat melemah sebesar 5,00 persen. Penurunan ini mencerminkan adanya tekanan berkelanjutan yang belum sepenuhnya mereda dalam beberapa hari terakhir.

Dalam periode 30 hari terakhir, penurunan harga Bitcoin mencapai 9,66 persen. Angka ini menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi bukan sekadar pergerakan sesaat, melainkan bagian dari tren pelemahan yang relatif konsisten. Tekanan jual yang muncul secara bertahap mencerminkan adanya distribusi aset oleh sebagian pelaku pasar.

Sementara itu, dalam rentang waktu 90 hari, Bitcoin telah terkoreksi cukup dalam hingga 26,18 persen. Koreksi yang signifikan dalam periode ini menegaskan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase penyesuaian setelah reli sebelumnya. Sepanjang tahun berjalan atau year to date (YTD), Bitcoin tercatat melemah sebesar 8,79 persen. Data ini menunjukkan bahwa sepanjang tahun ini, pergerakan Bitcoin masih didominasi oleh fase koreksi, meskipun sempat terjadi penguatan pada periode tertentu.

Kapitalisasi Pasar dan Volume Perdagangan

Di tengah pelemahan harga, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar 1,71 triliun dollar AS. Nilai ini mencerminkan total valuasi Bitcoin di pasar global berdasarkan harga terkini. Meski mengalami penurunan dibandingkan periode puncaknya, kapitalisasi pasar Bitcoin tetap menunjukkan skala besar dan posisi dominannya di industri aset digital.

Volume transaksi Bitcoin dalam 24 jam terakhir mencapai 44,50 miliar dollar AS. Aktivitas perdagangan yang relatif tinggi ini mengindikasikan bahwa minat terhadap Bitcoin masih terjaga, meskipun harga sedang berada dalam tekanan. Tingginya volume transaksi juga mencerminkan adanya aktivitas jual beli yang intens, baik dari investor jangka pendek maupun pelaku pasar institusional.

Sementara itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh atau fully diluted market cap berada di level 1,80 triliun dollar AS. Nilai ini menggambarkan potensi kapitalisasi pasar Bitcoin apabila seluruh suplai maksimum telah beredar di pasar, sehingga memberikan gambaran valuasi jangka panjang aset kripto tersebut.

Kondisi Suplai dan Dominasi Pasar Bitcoin

Dari sisi suplai, jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai sekitar 19,96 juta BTC. Angka ini semakin mendekati batas maksimum suplai Bitcoin yang telah ditetapkan sebesar 21 juta BTC. Keterbatasan suplai ini merupakan salah satu karakteristik utama Bitcoin yang membedakannya dari aset keuangan lainnya.

Keterbatasan suplai tersebut menjadi faktor fundamental yang selama ini menopang nilai Bitcoin dalam jangka panjang. Namun demikian, dalam jangka pendek, harga Bitcoin tetap rentan terhadap fluktuasi pasar, terutama akibat perubahan sentimen investor dan faktor eksternal lainnya.

Bitcoin masih menempati peringkat pertama sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan dominasi pasar mencapai 58,54 persen. Dominasi ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi acuan utama dalam pergerakan pasar kripto secara keseluruhan. Ketika Bitcoin mengalami tekanan, aset kripto lainnya cenderung ikut bergerak melemah, sebagaimana yang terlihat dalam perdagangan terkini.

Pasar Kripto Global Ikut Tertekan

Tekanan jual tidak hanya membayangi Bitcoin, tetapi juga merata di sebagian besar aset kripto utama. Ethereum (ETH), sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua, diperdagangkan di level 2.951,40 dollar AS atau turun 4,04 persen. Penurunan ini menunjukkan bahwa sentimen negatif masih mendominasi pasar, khususnya pada aset berkapitalisasi besar.

Di sisi lain, stablecoin Tether (USDT) bergerak relatif stabil di kisaran 0,9998 dollar AS, hanya terkoreksi tipis 0,01 persen. Stabilitas ini sejalan dengan fungsi stablecoin sebagai aset lindung nilai sementara di tengah volatilitas pasar kripto.

Binance Coin (BNB) tercatat melemah 2,97 persen ke level 855,01 dollar AS. XRP juga mengalami tekanan dengan penurunan sebesar 4,90 persen ke posisi 1,884 dollar AS. Stablecoin USD Coin (USDC) bergerak stabil di level 0,9997 dollar AS tanpa perubahan berarti. Sementara itu, Solana (SOL) terkoreksi 3,07 persen ke posisi 126,04 dollar AS.

Pergerakan Bitcoin yang kembali tertekan ke level 86.000 dollar AS menegaskan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase koreksi. Tekanan jual yang terjadi tidak hanya berdampak pada Bitcoin, tetapi juga merata ke berbagai aset kripto utama lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen pasar secara keseluruhan masih cenderung berhati-hati.

Di tengah situasi tersebut, pelaku pasar cenderung menahan diri sambil menantikan katalis positif yang mampu mendorong pemulihan harga. Dalam jangka pendek, volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai perdagangan aset kripto, seiring dinamika sentimen global dan pergerakan pasar keuangan secara keseluruhan.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.

Tagged:

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *