Home / Ekonomi / Pertamina Bangun SPBUN di Lampung Timur, Bantu 7.000 Nelayan

Pertamina Bangun SPBUN di Lampung Timur, Bantu 7.000 Nelayan

bangun

Pertamina Patra Niaga bangun SPBUN di Lampung Timur untuk 7.000 nelayan. Fasilitas ini bantu pemerataan energi, dorong koperasi, dan tingkatkan ekonomi pesisir.

MonetaPost – Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Pemerintah Provinsi Lampung, serta Pemerintah Kabupaten Lampung Timur resmi memulai pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN) di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, pada Rabu (13/11).

Pembangunan SPBUN yang dijalankan melalui KUD Bina Mina ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akses energi bagi para nelayan. Dengan kemudahan akses bahan bakar, diharapkan kegiatan melaut menjadi lebih efisien dan kesejahteraan nelayan dapat meningkat.

Kecamatan Labuhan Maringgai sendiri memiliki sekitar 7.000 nelayan, dengan kebutuhan bahan bakar mencapai 10 kiloliter (KL) per hari. Karena itu, keberadaan SPBUN dinilai sangat penting untuk memastikan ketersediaan BBM bersubsidi yang tepat sasaran dan mudah dijangkau masyarakat pesisir.

Dorong Pemerataan Energi untuk Nelayan

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan bahwa pembangunan SPBUN berbasis koperasi menjadi bagian penting dari upaya pemerataan energi nasional.

“Pertamina Patra Niaga mendukung penuh inisiatif pemerintah untuk menghadirkan SPBUN berbasis koperasi. Melalui SPBUN, kami ingin memastikan layanan energi hadir lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat peran koperasi dalam mendukung kesejahteraan nelayan,” ujar Mars Ega.

Menurutnya, SPBUN yang dikelola koperasi memiliki nilai lebih karena tidak hanya menyediakan energi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada anggotanya.

“Lewat SPBUN, kami berupaya memberikan layanan terbaik dari sisi availability (ketersediaan produk), accessibility (kemudahan akses), acceptability (kualitas produk yang dapat diterima), serta sustainability (keberlanjutan bisnisnya),” tambahnya.

Pertamina Patra Niaga juga terus memperkuat sistem distribusi bahan bakar untuk wilayah pesisir, agar masyarakat nelayan tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi untuk melaut.

Komitmen Energi Tepat Sasaran

Selain menghadirkan SPBUN, Pertamina Patra Niaga juga memperluas penyaluran LPG bersubsidi dan non-subsidi melalui Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP). Langkah ini menjadi bagian dari program energi tepat sasaran yang memastikan bantuan subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Untuk masyarakat nelayan, kami berkomitmen mendekatkan layanan energi dengan menambah outlet SPBUN agar masyarakat dapat mengakses energi bersubsidi yang terjangkau, tepat sasaran, dan tetap akuntabel,” jelas Mars Ega.

Hingga saat ini, Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan 416 SPBUN di seluruh Indonesia, dengan 94 unit lainnya dalam tahap pembangunan. Keberadaan SPBUN tidak hanya membantu nelayan memperoleh BBM dengan harga bersubsidi, tetapi juga menekan biaya operasional dan meningkatkan produktivitas tangkapan ikan.

Sinergi Pemerintah dan Koperasi

Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa pembangunan SPBUN berbasis koperasi merupakan wujud nyata penerapan ekonomi gotong royong yang berkeadilan.

“Groundbreaking SPBUN berbasis koperasi ini adalah langkah konkret dalam pemerataan akses energi bagi nelayan. Pemerintah bersama Pertamina Patra Niaga dan gerakan koperasi bergerak cepat agar nelayan memperoleh BBM yang tepat sasaran, mudah diakses, dan efisien untuk kegiatan melaut,” kata Ferry.

Menurut Ferry, kehadiran SPBUN KUD Bina Mina di Lampung Timur diharapkan menjadi model tata kelola energi berbasis koperasi yang berkelanjutan, terutama di daerah-daerah pesisir yang memiliki potensi kelautan besar.

“Model seperti ini bisa direplikasi di berbagai wilayah maritim agar pemerataan energi benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya sebagai kebijakan di atas kertas,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa koperasi memiliki peran penting sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pemerataan ekonomi. Melalui pengelolaan SPBUN oleh koperasi, keuntungan usaha dapat kembali ke anggota dan digunakan untuk kegiatan sosial maupun peningkatan modal kerja.

Dukungan Pemerintah Provinsi Lampung

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang melibatkan pemerintah pusat, Pertamina Patra Niaga, dan koperasi lokal dalam memperkuat ekonomi pesisir.

“Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik pembangunan SPBUN di Lampung Timur. Sebagai provinsi maritim dengan potensi tangkap dan budidaya yang besar, SPBUN ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan ekonomi nelayan,” ujar Jihan.

Ia menambahkan, dengan adanya SPBUN, nelayan tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Hal ini tentu menghemat waktu, biaya, dan mendukung efisiensi kegiatan melaut.

“SPBUN ini bukan hanya fasilitas pengisian bahan bakar, tetapi juga simbol hadirnya negara dalam mendukung kehidupan masyarakat pesisir,” ujarnya.

SPBUN sebagai Simbol Kolaborasi dan Kemandirian

Pembangunan SPBUN di Lampung Timur menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, BUMN, dan gerakan koperasi dalam memperkuat ekonomi masyarakat daerah. Selain memberikan akses energi yang lebih dekat, SPBUN juga diharapkan mendorong peningkatan produktivitas nelayan dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

Dengan dukungan dari Pertamina Patra Niaga, Kemenkop UKM, dan pemerintah daerah, Lampung Timur kini bersiap menjadi model pengelolaan energi berbasis komunitas yang mandiri dan berkelanjutan.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak harus selalu berpusat di kota besar. Melalui pendekatan kolaboratif dan pemberdayaan koperasi, energi kini bisa menjadi penggerak utama kemajuan masyarakat pesisir.

Tagged:

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *