Ahli strategi Brown Brothers Harriman (BBH), Elias Haddad, mencatat bahwa sejumlah indikator utama Zona Euro, termasuk IFO Jerman, Purchasing Managers Index (PMI), dan indeks ZEW, menunjukkan perbaikan aktivitas ekonomi. Dengan inflasi yang masih berada di atas target, Haddad menilai data tersebut memperkuat alasan bagi Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) untuk kembali menaikkan suku bunga pada bulan September. Namun, ia menilai pengetatan yang telah diperhitungkan pasar, serta resistance teknis terdekat, dapat membatasi kenaikan Euro lebih lanjut.
Indikator Ekonomi Zona Euro Membaik
Menurut Haddad, indikator-indikator utama menunjukkan pemulihan aktivitas ekonomi Zona Euro. Indeks iklim bisnis IFO Jerman membaik menjadi 86,6 pada bulan Juli, dibandingkan 85,7 pada bulan Juni, dengan perbaikan tersebut sepenuhnya didorong oleh faktor ekspektasi. Kondisi ini sejalan dengan kenaikan yang juga terlihat pada PMI Zona Euro bulan Juli serta indeks ZEW.
Pemulihan dan Inflasi Tinggi Perkuat Alasan ECB Naikkan Suku Bunga September
Haddad menyimpulkan bahwa pemulihan aktivitas ekonomi Zona Euro, dikombinasikan dengan inflasi yang berada di atas target, memperkuat alasan bagi ECB untuk kembali menaikkan suku bunga pada bulan September.
Dampak ke Euro Diperkirakan Terbatas
Meski demikian, Haddad menilai hal tersebut kemungkinan tidak akan memberikan banyak dorongan kenaikan bagi Euro (EUR), karena kurva swap telah memperhitungkan probabilitas sebesar 90 persen terhadap kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan kebijakan 10 September mendatang. Dengan kata lain, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga tersebut sudah tercermin sebagian besar pada harga saat ini.
Baca juga, Memahami Prospek PDB Inggris dan Sikap Hati-Hati Gubernur BoE Andrew Bailey
Level Teknikal Kunci EUR/USD
Dari sisi teknikal, resistance utama berikutnya untuk EUR/USD berada di 1,1483, yang merupakan level tertinggi pada 15 Juli, sementara support berada di 1,1335, level terendah pada 24 Juni.
