WIKA Beton menargetkan kontrak baru Rp7,6–8 triliun pada 2025 dengan proyek strategis di dalam negeri serta ekspansi ke Bangladesh dan Filipina. Fokus pada beton pracetak, perusahaan memperluas pasar regional Asia.
MonetaPost – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), salah satu anak usaha strategis dari BUMN konstruksi Wijaya Karya (WIKA), menargetkan kontrak baru senilai Rp7,6 triliun hingga Rp8 triliun pada tahun 2025. Ambisi ini tidak hanya terfokus pada proyek domestik, tetapi juga merambah pasar internasional dengan peluang kerja sama di Asia Tenggara dan Asia Selatan, termasuk Bangladesh.
Target Kontrak Rp8 Triliun pada 2025
Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, menyampaikan bahwa target kontrak tersebut mencakup gabungan kontrak lama (carry over) dan kontrak baru yang siap diproduksi menjadi penjualan. “Ketercapaian tentunya akan lebih terlihat di semester II tahun ini, khususnya dalam empat bulan terakhir karena ada beberapa proyek besar yang sedang kami bidik,” jelasnya dalam acara Public Expose Live, Selasa (9/9/2025).
Dengan fokus pada efisiensi dan diversifikasi proyek, WIKA Beton optimis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan, meski sektor konstruksi nasional masih menghadapi tantangan dari perlambatan ekonomi global dan ketatnya likuiditas.
Kinerja Hingga Agustus 2025
Per Agustus 2025, WIKA Beton berhasil mencatat kontrak baru senilai Rp2,53 triliun. Dari total tersebut, sektor infrastruktur mendominasi dengan porsi 51,76%, diikuti sektor industri sebesar 22,97%.
Kontribusi lainnya datang dari kelistrikan (13,45%), properti (9,29%), serta tambang dan energi (2,53%). Proyek strategis yang menopang capaian kontrak baru antara lain pengiriman beton pracetak untuk pembangunan Ciputra World Mall Makassar, pembangunan Jembatan Akses Utama IKK Karawang, dan sejumlah proyek penting lainnya.
Ekspansi ke Pasar Internasional
WIKA Beton tidak hanya berfokus pada pasar dalam negeri. Perusahaan juga tengah menjajaki peluang kerja sama di sejumlah negara Asia. Salah satu yang menonjol adalah rencana proyek di Bangladesh, yang saat ini sedang dalam tahap diskusi bersama mitra dari Jepang dan India.
Selain itu, WIKA Beton juga terlibat dalam proyek MRT Manila, Filipina, dengan menggandeng mitra lokal Singapura. Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah paket CP102 untuk pembangunan tunnel. Kuntjara menyebutkan, “Masih ada dua paket tunnel lain yang saat ini dalam tahap tender, dan kami intensif mengikuti prosesnya. Insya Allah, peluangnya cukup besar bagi kami.”
Menariknya, proyek MRT Manila ini tidak hanya berlangsung dalam jangka pendek, melainkan berlanjut hingga 2026 bahkan 2027. Total terdapat sembilan paket tender yang dilelang secara bertahap, dan WIKA Beton berupaya memastikan peran aktif dalam rantai pasok, termasuk penyediaan bantalan beton untuk proyek tersebut.
Kontribusi Beton Pracetak Masih Dominan
Sebagai perusahaan yang berfokus pada produk beton pracetak, WIKA Beton terus memperkuat posisinya di pasar domestik dan regional. Hingga kuartal II 2025, perusahaan membukukan pendapatan Rp1,57 triliun. Kontribusi terbesar masih berasal dari penjualan produk beton pracetak yang menjadi core business perusahaan.
Permintaan beton pracetak diperkirakan tetap stabil, seiring meningkatnya pembangunan infrastruktur jalan tol, pelabuhan, bandara, serta proyek transportasi massal di kawasan Asia. Hal ini membuat WIKA Beton semakin percaya diri untuk memperluas jangkauan bisnisnya.
Strategi Menghadapi Tantangan Industri
Industri konstruksi global menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kenaikan harga bahan baku, fluktuasi nilai tukar, hingga ketatnya persaingan antar kontraktor. Untuk menghadapinya, WIKA Beton menyiapkan beberapa strategi:
-
Diversifikasi Proyek – tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi juga memperluas kerja sama regional.
-
Efisiensi Produksi – memperkuat rantai pasok untuk menekan biaya produksi dan menjaga kualitas produk.
-
Kolaborasi Global – menggandeng mitra internasional dalam proyek di Bangladesh, Filipina, dan negara lain.
-
Inovasi Produk – mengembangkan teknologi beton baru yang lebih ramah lingkungan dan sesuai standar global.
Dengan langkah ini, WIKA Beton berharap dapat meningkatkan daya saing, menjaga profitabilitas, serta memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan infrastruktur nasional maupun internasional.
Outlook WIKA Beton ke Depan
Melihat tren pertumbuhan infrastruktur di Asia, prospek bisnis WIKA Beton dinilai cukup menjanjikan. Peningkatan kebutuhan transportasi massal, urbanisasi yang pesat, serta pembangunan kawasan industri baru di Asia Selatan dan Tenggara memberikan peluang besar bagi perusahaan.
Keterlibatan dalam proyek-proyek strategis seperti MRT Manila dan potensi kerja sama di Bangladesh menunjukkan bahwa WIKA Beton tidak hanya berfokus sebagai pemain domestik, tetapi juga mulai membangun reputasi sebagai penyedia solusi beton pracetak di pasar regional.
Bagi investor, target kontrak Rp8 triliun pada 2025 menjadi sinyal positif bahwa perusahaan masih mampu tumbuh meski menghadapi tekanan global. Jika strategi diversifikasi dan ekspansi berhasil, WIKA Beton berpeluang meningkatkan pendapatan berkelanjutan dan memperkuat posisinya di industri konstruksi internasional.






One Comment