Saham Uber dan Lyft anjlok setelah Waymo, anak usaha Alphabet, mendapat izin beroperasi di Bandara San Francisco. Kehadiran layanan kendaraan otonom Waymo dinilai sebagai ancaman serius bagi bisnis ride-hailing tradisional.
MonetaPost – Dua raksasa ride-hailing, Uber Technologies Inc (UBER) dan Lyft Inc (LYFT), kembali menghadapi tekanan pasar setelah pesaing teknologi otonom mereka, Waymo, mendapat lampu hijau dari Bandara Internasional San Francisco (SFO).
Pada perdagangan Selasa, saham Uber terkoreksi 1,25%, sementara Lyft jatuh lebih dalam dengan penurunan 2,5%. Investor menilai kehadiran kendaraan otonom Waymo di salah satu bandara tersibuk Amerika Serikat ini dapat mengguncang model bisnis ride-hailing tradisional, terutama karena layanan bandara selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi Uber dan Lyft.
Waymo Resmi Mendapat Izin Operasi Percontohan di SFO
Kantor walikota San Francisco mengumumkan bahwa SFO telah menandatangani Izin Pengujian dan Operasi Percontohan dengan Waymo, anak usaha Alphabet Inc (GOOGL).
Dengan izin ini, Waymo berhak memulai peluncuran bertahap layanan kendaraan otonom di area bandara. Program percontohan tersebut mencakup uji coba kendaraan otonom, penerapan protokol keselamatan, hingga pelaporan data secara reguler untuk memastikan keamanan dan keandalan layanan.
Direktur SFO, Mike Nakornkhet, menilai izin ini merupakan langkah strategis untuk memberikan pilihan transportasi yang lebih inovatif bagi penumpang.
“Persetujuan izin ini dengan Waymo memberikan penumpang opsi baru dan inovatif yang menawarkan keandalan serta kenyamanan yang diharapkan setiap pelancong ketika melalui SFO,” jelas Nakornkhet.
Tiga Tahap Implementasi Kendaraan Otonom Waymo
Izin percontohan ini akan berjalan secara bertahap dalam tiga fase utama:
-
Tahap Pertama – Pengujian dengan Pengemudi Pendamping
Waymo akan mengoperasikan mobil otonom dengan pengemudi manusia di dalam kendaraan. Fase ini bertujuan untuk menguji respons kendaraan terhadap kondisi lalu lintas bandara. -
Tahap Kedua – Uji Coba Tanpa Pengemudi
Mobil Waymo akan beroperasi tanpa pengemudi, tetapi penumpangnya terbatas pada karyawan Waymo dan staf bandara. Ini menjadi langkah penting untuk menguji kesiapan teknologi dalam kondisi nyata tanpa risiko besar bagi publik. -
Tahap Ketiga – Operasi Komersial Penuh
Setelah dua fase awal dinilai berhasil, Waymo akan membuka layanan untuk publik dengan model berbayar. Inilah fase yang paling ditunggu-tunggu sekaligus paling mengkhawatirkan bagi Uber dan Lyft.
Ancaman Serius bagi Uber dan Lyft
Layanan bandara merupakan salah satu pasar paling menguntungkan bagi Uber dan Lyft. Banyak penumpang memilih layanan ride-hailing karena dianggap lebih nyaman dibandingkan transportasi umum atau taksi konvensional.
Namun, dengan hadirnya kendaraan otonom Waymo, dinamika persaingan bisa berubah drastis. Waymo menjanjikan transportasi yang lebih aman, efisien, dan bebas dari biaya pengemudi manusia. Hal ini berpotensi menekan margin keuntungan Uber dan Lyft di area SFO.
Investor pun langsung merespons kabar ini dengan aksi jual, terlihat dari koreksi harga saham kedua perusahaan ride-hailing tersebut.
Dukungan Pemerintah Kota San Francisco
Langkah SFO ini sejalan dengan keputusan Walikota San Francisco, Daniel Lurie, yang sebelumnya mengizinkan Waymo melakukan pemetaan digital jalan bandara pada Maret 2025.
Tak berhenti di situ, bulan lalu walikota juga mengumumkan perluasan operasi untuk Waymo, Uber Black, dan Lyft Black di sepanjang Market Street. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi revitalisasi koridor bisnis kota, sekaligus upaya mendorong adopsi teknologi transportasi modern.
Dengan dukungan politik dan regulasi yang jelas, peluang Waymo untuk menguasai pangsa pasar transportasi otonom di San Francisco semakin terbuka lebar.
Dampak Pasar dan Prospek Jangka Panjang
Kehadiran Waymo di SFO tidak hanya berdampak pada saham Uber dan Lyft, tetapi juga mencerminkan pergeseran paradigma transportasi global. Pasar kini mulai menilai serius potensi kendaraan otonom sebagai ancaman nyata bagi model bisnis ride-hailing berbasis pengemudi.
Bagi Uber dan Lyft, situasi ini memaksa mereka untuk beradaptasi lebih cepat. Kedua perusahaan sudah memiliki inisiatif di bidang teknologi otonom, namun kemajuan Waymo yang lebih konkret menempatkan mereka dalam posisi sulit.
Jika Waymo sukses dalam tahap uji coba di SFO, bukan tidak mungkin izin serupa akan diberikan di bandara besar lainnya di AS. Dalam skenario tersebut, tekanan terhadap pangsa pasar dan valuasi Uber serta Lyft bisa semakin besar.
Era Baru Transportasi Dimulai dari SFO
Persetujuan izin operasi Waymo di Bandara San Francisco menandai tonggak penting dalam evolusi transportasi modern. Kehadiran kendaraan otonom di salah satu bandara internasional tersibuk dunia menunjukkan bahwa masa depan transportasi tanpa pengemudi kian dekat.
Meski menimbulkan tekanan pada Uber dan Lyft, perkembangan ini juga bisa mendorong percepatan inovasi di sektor ride-hailing. Kompetisi yang semakin ketat diharapkan mampu melahirkan layanan transportasi yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan bagi para penumpang.
Satu hal yang pasti, San Francisco sekali lagi menjadi pusat inovasi, dan keputusan SFO menggandeng Waymo bisa menjadi model bagi kota-kota lain dalam mengadopsi teknologi kendaraan otonom.







One Comment