PTPN IV meminjamkan lahan di tiga desa untuk hunian sementara korban banjir Tapanuli Selatan, serta membantu alat berat, tumpang sari, dan dukungan logistik.
MonetaPost – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV memberikan dukungan penuh terhadap penanganan bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Salah satu bentuk kontribusi perusahaan BUMN tersebut adalah penyediaan lahan untuk pembangunan hunian sementara bagi ribuan warga yang terdampak banjir di hampir seluruh kecamatan di Tapsel.
Langkah ini merupakan hasil koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan jajaran manajemen PTPN IV Regional I. Selain meminjamkan lahan, perusahaan juga menyalurkan berbagai bantuan operasional serta mengerahkan alat berat guna mempercepat penanganan darurat.
Banjir Berdampak pada 14 Kecamatan dan Sebabkan Kerusakan Berat
Ribuan Hektare Lahan Pertanian Rusak
Banjir yang melanda Tapsel menyebabkan kerusakan signifikan di berbagai wilayah. Dari total 15 kecamatan, sebanyak 14 kecamatan tercatat terdampak secara langsung. Infrastruktur umum seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan, sementara ribuan rumah warga terendam air.
Tak hanya pemukiman, bencana ini juga meluluhlantakkan sektor pertanian daerah. Lebih dari 5.000 hektare lahan pertanian rusak parah dan terancam gagal panen. Kondisi ini membuat kebutuhan dukungan darurat bagi para petani dan masyarakat semakin mendesak.
Pemerintah Kabupaten Tapsel Gelar Rapat Koordinasi
Situasi ini kemudian dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu dan Wakil Bupati Ja’far Syahbuddin Ritonga. Rapat tersebut juga dihadiri oleh manajemen PTPN IV Regional I yang hadir untuk merespons cepat berbagai kebutuhan masyarakat pascabencana.
Rapat tersebut menghasilkan sejumlah keputusan penting, termasuk kesediaan PTPN IV untuk menyediakan lahan hunian sementara serta dukungan tambahan untuk proses pemulihan.
PTPN IV Pinjamkan Lahan untuk Hunian Sementara Pengungsi
Lokasi Hunian Sementara di Tiga Desa
Untuk menjawab kebutuhan mendesak akan tempat tinggal layak bagi para pengungsi, PTPN IV meminjamkan lahan di tiga desa yang masuk kawasan terdampak banjir, yakni:
- Desa Hapesong
- Desa Tandihat
- Desa Batu Godang
Ketiga lokasi tersebut dipilih berdasarkan aksesibilitas, kondisi lahan, dan jarak aman dari potensi banjir susulan.
Mekanisme Pinjam Pakai Tujuan Tertentu
Penggunaan lahan tersebut dilakukan melalui mekanisme pinjam pakai dengan tujuan tertentu, yang memungkinkan pemerintah daerah dan otoritas kebencanaan menggunakan lahan selama masa darurat. Proses pembangunan hunian sementara akan dilaksanakan langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mulai dari pembersihan lahan hingga penataan area tempat tinggal.
Pembangunan hunian ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang aman dan layak bagi warga sebelum mereka bisa kembali membangun rumah permanen di lokasi masing-masing.
Dukungan Tambahan: Tumpang Sari dan Akses Lahan Replanting
Skema Tumpang Sari Jagung untuk Bantu Petani
Sektor pertanian adalah yang paling terpukul oleh bencana banjir, terutama bagi para petani padi yang sawahnya terendam dan rusak. Untuk membantu pemulihan ekonomi dalam jangka pendek, PTPN IV mengizinkan petani yang terdampak banjir untuk melakukan tumpang sari tanaman jagung di lahan replanting milik perusahaan.
Skema ini membuka kesempatan bagi petani untuk tetap berproduksi sambil menunggu masa rehabilitasi sawah mereka yang rusak.
24 Hektare Lahan Dioptimalkan untuk Kelompok Tani
Selain membuka akses lahan replanting, PTPN IV juga mengalihkan pengelolaan 24 hektare lahan yang sebelumnya dikelola Polsek Batangtoru kepada kelompok-kelompok tani terdampak banjir. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa petani dapat memiliki lahan produktif sementara untuk tetap menjalankan aktivitas ekonomi selama masa pemulihan.
Pengerahan Alat Berat dan Logistik untuk Penanganan Darurat
Enam Unit Alat Berat Dikerahkan
Untuk mempercepat proses rehabilitasi wilayah yang terdampak, PTPN IV menurunkan enam unit alat berat yang terdiri dari:
- Excavator
- Roadgrader
- Bechoemini
Alat berat ini digunakan untuk membersihkan puing, membuka akses jalan yang tertutup lumpur, memperbaiki tanggul, dan membantu penataan lahan hunian sementara. Kehadiran alat berat sangat krusial mengingat banyaknya lokasi yang sulit dijangkau akibat tertutup material banjir.
Dukungan Logistik bagi Pengungsi
Selain alat berat, PTPN IV juga memastikan bahwa bantuan logistik dapat tersalurkan dengan baik ke pos-pos pengungsian. Perusahaan membantu pengiriman bahan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, selimut, serta peralatan kebersihan. Koordinasi antara pemerintah daerah dan perusahaan berjalan intensif agar distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Komitmen PTPN IV dalam Pemulihan Tapsel
Langkah PTPN IV dalam menyediakan lahan, mendukung tumpang sari, mengerahkan alat berat, dan memastikan logistik tersalurkan menunjukkan peran strategis badan usaha milik negara dalam penanganan bencana. Selain menjalankan kegiatan usahanya di sektor perkebunan, perusahaan memiliki tanggung jawab sosial yang diwujudkan melalui keterlibatan aktif pada kondisi darurat seperti yang terjadi di Tapsel.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, BNPB, dan PTPN IV diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah Tapanuli Selatan dan membantu masyarakat bangkit kembali pasca bencana. Dengan dukungan ini, warga dapat memiliki tempat tinggal sementara yang aman, lahan untuk tetap berproduksi, serta akses logistik yang memadai sampai situasi benar-benar pulih.







One Comment