Home / Market / Profil An Shaohong, 3 Fakta Bos Emiten yang Dideportasi

Profil An Shaohong, 3 Fakta Bos Emiten yang Dideportasi

Shaohong

Profil An Shaohong merangkum 3 fakta utama tentang bos tiga emiten LABA, KRYA, dan OLIV yang dideportasi pada Desember 2025. Simak latar belakang dan dampaknya bagi pasar modal.

MonetaPost – Profil An Shaohong kembali menjadi sorotan besar setelah pejabat yang memimpin tiga emiten di pasar modal Indonesia ini resmi dideportasi pada Desember 2025. Namanya dikenal karena peran aktifnya dalam sejumlah aksi korporasi besar, termasuk akuisisi perusahaan, perombakan struktur manajemen, hingga strategi ekspansi yang cukup agresif.

Sebelum kasus deportasi mencuat, An Shaohong menjabat sebagai Presiden Direktur PT Green Power Group Tbk (LABA), serta Komisaris Utama di PT Bangun Karya Perkasa Tbk (KRYA) dan PT Oscar Mitra Sukses Indonesia Tbk (OLIV). Dengan tiga posisi strategis tersebut, kehadirannya memiliki pengaruh signifikan terhadap arah bisnis dan struktur kepemimpinan perusahaan-perusahaan tersebut.

Peran An Shaohong di Tiga Emiten Indonesia

1. PT Green Power Group Tbk (LABA) – Presiden Direktur

An Shaohong diangkat sebagai Direktur Utama LABA pada 27 Juni 2024. Dalam masa jabatannya, ia dikenal mendorong transformasi bisnis dan melibatkan perusahaan dalam beberapa aksi akuisisi strategis. LABA, yang sebelumnya tidak terlalu menonjol, mulai muncul dalam pemberitaan setelah langkah-langkah perusahaan memperluas jaringan dan memperkuat struktur investasinya.

2. PT Bangun Karya Perkasa Tbk (KRYA) – Komisaris Utama

Pada Juli 2025, LABA bersama Rich Step International Ltd mengakuisisi KRYA. Aksi korporasi tersebut membawa An Shaohong masuk ke KRYA sebagai Komisaris Utama. Posisi ini membuatnya memegang kendali pengawasan strategis, termasuk perencanaan jangka panjang serta penataan ulang manajemen perusahaan.

3. PT Oscar Mitra Sukses Indonesia Tbk (OLIV) – Komisaris Utama

Nama An Shaohong kembali mencuat setelah OLIV (Oscar Living) diakuisisi investor baru pada 25 November 2025. Struktur pengurus yang diumumkan setelah akuisisi tersebut memasukkan dirinya sebagai Komisaris Utama. Penunjukan ini memperkuat citra Shaohong sebagai pemain besar yang agresif mengakuisisi perusahaan di Indonesia.

Kasus Deportasi An Shaohong: Apa yang Terjadi?

Kasus deportasi An Shaohong pertama kali terungkap setelah pemberitaan mengenai tindakan otoritas imigrasi yang memulangkannya dari Indonesia. Otoritas menyebut adanya pelanggaran keimigrasian sebagai alasan utama deportasi. Sementara itu, beberapa sumber lain menyebutkan bahwa ia juga sedang menghadapi persoalan hukum di negara asalnya, China.

Meski begitu, pernyataan resmi dari emiten terkait menegaskan bahwa mereka tidak mengetahui detail perkara hukum yang menjeratnya. Perusahaan juga menekankan bahwa mereka tidak terlibat dalam kasus apa pun terkait Shaohong, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Kasus ini dengan cepat menarik perhatian pasar modal karena An Shaohong memegang jabatan strategis di tiga perusahaan publik sekaligus. Ketidakhadiran mendadak figur sentral seperti dirinya berpotensi memicu volatilitas pada saham-saham terkait.

Respons Resmi dari Emiten LABA dan KRYA

LABA: Operasional Tetap Berjalan Normal

PT Green Power Group Tbk (LABA) merilis keterbukaan informasi pada 8 Desember 2025. Dalam pernyataannya, LABA menegaskan bahwa deportasi Direktur Utama mereka tidak berdampak pada kegiatan operasional harian. Manajemen menyatakan bahwa seluruh layanan kepada pelanggan dan kewajiban perusahaan kepada pemegang saham tetap berjalan seperti biasa.

Selain itu, LABA menyampaikan bahwa proses pergantian Direktur Utama sudah dimulai melalui pengajuan agenda RUPSLB pada 4 Desember 2025. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan bergerak cepat memastikan kesinambungan manajemen.

KRYA: Tidak Mengetahui Kasus Hukum yang Dihadapi

PT Bangun Karya Perkasa Tbk (KRYA) juga mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam keterangannya, perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak mengetahui perkara hukum yang tengah dihadapi oleh An Shaohong, baik di Indonesia maupun di China. KRYA memastikan tidak ada dampak negatif terhadap operasional maupun agenda bisnis perusahaan.

Manajemen KRYA menyebutkan bahwa seluruh aktivitas perusahaan berjalan stabil dan proses penggantian Komisaris Utama sedang dilakukan sesuai regulasi.

Riwayat Karier dan Jejak Profesional An Shaohong

Identitas dan Latar Belakang

Berikut beberapa informasi dasar mengenai sosok An Shaohong:

  • Kewarganegaraan: Indonesia
  • Usia: 54 tahun
  • Domisili: Indonesia
  • Pendidikan: Sarjana dari Universitas Zhejiang, Tiongkok

Jejak Karier Sebelum Masuk ke Emiten Indonesia

Sebelum terjun ke pasar modal Indonesia, An Shaohong telah memegang sejumlah jabatan strategis di perusahaan besar Tiongkok.

Zhejiang Huitong Construction Co. Ltd.

Jabatan: General Manager

Hefei Huitong Company

Jabatan: Presiden Komisaris

Zhejiang Ruixun Technology Development Co., Ltd.

Jabatan: Presiden Direktur

Pengalaman memimpin perusahaan konstruksi dan teknologi tersebut memberikan Shaohong reputasi sebagai eksekutif yang agresif dalam ekspansi, akuisisi, dan pengembangan bisnis.

Dampak Deportasi terhadap Emiten dan Pasar Modal

Deportasi sosok penting seperti An Shaohong berpotensi menimbulkan kekhawatiran investor. Namun dalam kasus ini, LABA dan KRYA menegaskan bahwa operasional perusahaan tetap stabil.

Tidak ada gangguan terhadap kewajiban perusahaan, dan proses pergantian manajemen berlangsung sesuai regulasi Bursa Efek Indonesia. Pasar juga mencatat volatilitas yang relatif terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa keberlanjutan emiten tidak sepenuhnya bertumpu pada satu individu, terutama ketika tata kelola perusahaan telah berjalan dengan baik.

Profil An Shaohong menggambarkan sosok eksekutif dengan pengaruh besar di pasar modal Indonesia. Ia memimpin tiga emiten penting dan terlibat dalam berbagai aksi akuisisi serta restrukturisasi. Meski kasus deportasi menjadi sorotan besar, perusahaan-perusahaan yang ia pimpin menegaskan bahwa operasional tetap berjalan normal dan dalam kendali penuh manajemen.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tata kelola perusahaan yang solid sangat penting, terutama untuk menghadapi dinamika mendadak seperti perubahan struktur manajemen di level tertinggi.

Tagged:

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *