Home / Ekonomi / Prabowo Begadang Pelajari 9.000 Halaman, RI-Kanada Teken Perjanjian Bersejarah

Prabowo Begadang Pelajari 9.000 Halaman, RI-Kanada Teken Perjanjian Bersejarah

Prabowo Begadang Pelajari 9.000 Halaman, RI-Kanada Teken Perjanjian Bersejarah

Presiden Prabowo Subianto rela begadang membaca 9.000 halaman dokumen sebelum menandatangani perjanjian besar Indonesia-Kanada. Kesepakatan ini meliputi perdagangan, pertahanan, dan koneksi bisnis untuk memperkuat hubungan bilateral.

MonetaPost –  Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keseriusan luar biasa dalam memimpin diplomasi internasional. Ia mengaku tidak tidur semalaman untuk menuntaskan kajian atas 9.000 halaman dokumen perjanjian kerja sama Indonesia-Kanada. Upaya itu dilakukannya sebelum menyaksikan secara langsung penandatanganan nota kesepahaman bersejarah antara kedua negara.

Kesepakatan tersebut resmi ditandatangani di West Block, Parliament Hill, Ottawa, Kanada, pada Rabu (24/9/2025). Acara ini mempertemukan Prabowo dengan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, sebagai simbol komitmen bersama memperkuat hubungan bilateral yang strategis.

Isi Perjanjian: Tiga Pilar Utama

Perjanjian kerja sama Indonesia-Kanada ini mencakup tiga sektor utama:

  1. Perdagangan
    Melalui Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), kedua negara bersepakat meningkatkan akses pasar, mendorong ekspor, dan memperluas kerja sama dagang yang saling menguntungkan. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Indonesia dan Menteri Perdagangan Internasional Kanada, dengan disaksikan langsung oleh kedua kepala pemerintahan.

  2. Pertahanan
    Kerja sama di bidang pertahanan bertujuan memperkuat stabilitas kawasan serta menciptakan peluang kolaborasi dalam pelatihan militer, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas pertahanan.

  3. Koneksi Antarpelaku Usaha
    Selain hubungan antarnegara, perjanjian ini juga mendorong keterhubungan langsung antara pengusaha, investor, dan pelaku industri dari kedua negara. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi investasi baru dan memperluas jaringan bisnis.

Menurut Prabowo, kerja sama ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, berkelanjutan, dan strategis di masa depan.

Kebanggaan Prabowo sebagai Presiden Indonesia

Dalam keterangannya, Prabowo menyatakan bahwa ia merasa sangat bangga bisa membawa pulang perjanjian besar ini ke tanah air.

“Kami mempelajari 9.000 halaman dokumen perjanjian, dan itu benar saya begadang semalaman. Namun, semua terbayar karena saya berkesempatan menyaksikan penandatanganan perjanjian besar ini. Saya sangat bangga sekaligus beruntung menjadi Presiden Indonesia yang bisa membawa kerja sama ini untuk bangsa,” ujar Prabowo, dikutip dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara.

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen Prabowo dalam memastikan setiap butir perjanjian benar-benar memberikan manfaat strategis bagi Indonesia.

Pentingnya Kerja Sama dengan Kanada

Kanada merupakan salah satu mitra potensial bagi Indonesia di kawasan Amerika Utara. Hubungan diplomatik kedua negara sudah berjalan puluhan tahun, namun kesepakatan kali ini dianggap sebagai lompatan besar.

  • Dari sisi perdagangan, Kanada menawarkan pasar luas bagi produk ekspor Indonesia seperti minyak kelapa sawit, karet, tekstil, serta produk perikanan.

  • Dari sisi pertahanan, Kanada memiliki industri teknologi pertahanan yang maju sehingga dapat memperkuat modernisasi alutsista Indonesia.

  • Dari sisi bisnis, keterhubungan antarpelaku usaha diyakini akan membuka lebih banyak peluang investasi, termasuk pada sektor energi terbarukan dan infrastruktur.

Relevansi Global dan Multilateral

Langkah Indonesia menggandeng Kanada juga sejalan dengan tren global menuju kemitraan strategis lintas benua. Dalam konteks geopolitik, kerja sama ini memberi sinyal bahwa Indonesia aktif membangun hubungan internasional yang seimbang, tidak hanya dengan negara Asia tetapi juga dengan mitra dari Amerika Utara dan Eropa.

Hal ini memperkuat posisi Indonesia di kancah multilateral, sekaligus mempertegas perannya sebagai negara berkembang dengan pengaruh besar.

Tantangan Implementasi

Meskipun perjanjian sudah diteken, tantangan besar masih menanti. Dokumen setebal 9.000 halaman tersebut berisi detail teknis yang memerlukan sinkronisasi kebijakan di berbagai kementerian dan lembaga.

  • Di sektor perdagangan, Indonesia perlu memastikan bahwa produk lokal mampu memenuhi standar pasar Kanada.

  • Di sektor pertahanan, negosiasi mengenai alih teknologi harus dilakukan secara hati-hati agar menguntungkan Indonesia.

  • Di sektor bisnis, pemerintah perlu mempermudah birokrasi agar pengusaha Kanada tidak menemui hambatan saat berinvestasi di Indonesia.

Keberhasilan perjanjian ini pada akhirnya sangat bergantung pada implementasi nyata di lapangan, bukan hanya di atas kertas.

Perjanjian yang Membuka Babak Baru

Penandatanganan perjanjian besar Indonesia-Kanada yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi tonggak penting dalam sejarah hubungan diplomatik kedua negara. Dengan cakupan luas mulai dari perdagangan, pertahanan, hingga koneksi bisnis, kerja sama ini berpotensi meningkatkan posisi Indonesia di panggung internasional.

Meski masih ada tantangan dalam pelaksanaan, komitmen yang ditunjukkan Prabowo—bahkan hingga rela begadang membaca ribuan halaman dokumen—menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam membawa manfaat nyata bagi bangsa.

Jika diimplementasikan dengan baik, perjanjian ini dapat menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan keamanan, dan hubungan bisnis yang lebih erat antara Indonesia dan Kanada di masa depan.

Tagged:

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *