Home / Ekonomi / Ancaman Pembekuan Bea Cukai 2026, Purbaya Siap Rumahkan 16 Ribu Pegawai

Ancaman Pembekuan Bea Cukai 2026, Purbaya Siap Rumahkan 16 Ribu Pegawai

pem

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam pembekuan Bea Cukai 2026 jika kinerja tidak membaik. 16 ribu pegawai bisa dirumahkan

MonetaPost – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, baru-baru ini mengeluarkan ancaman serius terkait pembekuan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai. Ia menegaskan bahwa instansi tersebut harus memperbaiki kinerjanya dalam waktu setahun ke depan. Jika tidak, Bea Cukai berisiko dibekukan, dan sekitar 16 ribu pegawai akan dirumahkan. Pernyataan ini disampaikan setelah Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta Pusat pada 27 November 2025.

Menurut Purbaya, langkah tegas ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang memuaskan, sekaligus menekan praktik ilegal seperti underinvoicing, yaitu pelaporan nilai barang ekspor-impor lebih rendah dari harga sebenarnya. Ia menegaskan bahwa Bea Cukai harus menjadi institusi yang profesional, transparan, dan mampu menjawab tantangan di era modern.

“Biarkan, beri waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai. Karena ancamannya serius, kalau Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibekukan,” ujarnya menekankan pentingnya reformasi instansi ini.

Sejarah Pembekuan Bea Cukai di Era Soeharto

Ancaman pembekuan Bea Cukai bukanlah hal yang baru dalam sejarah Indonesia. Pada 1985, di era Presiden kedua, Soeharto, seluruh pegawai Bea Cukai pernah dirumahkan selama empat tahun. Kebijakan ekstrem ini diambil sebagai upaya memerangi korupsi yang meluas di instansi tersebut. Praktik penyelundupan dan pelaporan pajak yang tidak jujur membuat Bea Cukai kala itu kehilangan kepercayaan publik, sehingga diperlukan tindakan tegas untuk memulihkan integritas institusi.

Sebagai pengganti sementara, pemerintah bekerja sama dengan perusahaan Swiss, Suisse Generale Surveillance (SGS3), yang menjalankan fungsi bea dan cukai untuk memastikan kegiatan ekspor-impor tetap berjalan. Strategi ini menunjukkan bahwa reformasi instansi publik terkadang membutuhkan langkah drastis, termasuk penggantian sementara seluruh pegawai, agar kinerja dapat pulih dan masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih baik.

Langkah Perbaikan Kinerja Bea Cukai

Menkeu Purbaya menegaskan bahwa perbaikan kinerja Bea Cukai saat ini mulai menunjukkan kemajuan. Pegawai Ditjen Bea Cukai kini lebih bersemangat untuk bekerja secara profesional. Upaya reformasi dilakukan melalui beberapa strategi penting. Pertama, penegakan disiplin pegawai secara tegas, termasuk evaluasi rutin dan tindakan korektif bagi yang melanggar prosedur. Kedua, penerapan standar operasional baru untuk pelayanan ekspor-impor, agar proses administrasi menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan. Ketiga, pemantauan kinerja secara berkelanjutan menggunakan teknologi modern yang memungkinkan manajemen menilai setiap langkah operasional instansi.

Langkah-langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Bea Cukai, yang selama ini kerap dikaitkan dengan praktik ilegal. Reformasi ini bertujuan membangun instansi yang lebih efisien dan mampu menjawab tuntutan global terkait kepabeanan.

Penggunaan Teknologi AI dalam Bea Cukai

Salah satu inovasi penting yang diterapkan adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini diterapkan di berbagai titik tugas Bea Cukai dan memiliki peran strategis dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi kerja. AI mampu mengidentifikasi transaksi mencurigakan secara otomatis, mempermudah proses audit dokumen ekspor-impor, dan menekan praktik curang di pelabuhan maupun bandara.

Dengan teknologi ini, Bea Cukai diharapkan bekerja lebih cepat dan efisien, sekaligus mengurangi potensi kesalahan manusia. Penerapan AI juga menjadi langkah penting menuju digitalisasi pemerintahan, di mana transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama. Penggunaan teknologi modern ini diharapkan mampu mendorong profesionalisme dan menjadikan Bea Cukai sebagai institusi yang lebih modern dan terpercaya.

Ancaman Rumahkan 16 Ribu Pegawai

Salah satu langkah tegas yang siap diambil Purbaya jika reformasi gagal adalah merumahkan 16 ribu pegawai Bea Cukai. Menurutnya, pegawai instansi ini memiliki kemampuan tinggi, tetapi harus disadarkan akan ancaman nyata jika kinerja tidak membaik. Pernyataan ini bukan semata-mata ancaman, tetapi juga sebagai motivasi agar pegawai lebih disiplin dan produktif.

“Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16 ribu orang pegawai Bea Cukai dirumahkan. Orang Bea Cukai pintar-pintar dan siap untuk mengubah keadaan,” kata Purbaya. Dengan pendekatan ini, diharapkan seluruh pegawai lebih fokus pada tugas utama mereka, yaitu memastikan kelancaran ekspor-impor dan mengurangi praktik ilegal.

Dampak dan Harapan ke Depan

Jika reformasi berhasil, Bea Cukai diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih profesional dan transparan. Praktik korupsi dan penyelundupan barang bisa ditekan, sementara kepercayaan masyarakat dan dunia usaha meningkat. Purbaya optimistis bahwa pada 2026, Bea Cukai akan bekerja lebih baik, berkat kombinasi disiplin pegawai, penerapan standar operasional baru, dan penggunaan teknologi modern.

Langkah ini juga menjadi cerminan bahwa pemerintah serius menegakkan profesionalisme dalam instansi publik, sekaligus menghadirkan transformasi digital yang nyata. Reformasi Bea Cukai akan menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi lembaga pemerintahan, sekaligus membangun budaya kerja yang lebih baik bagi seluruh pegawai.

Dengan ancaman pembekuan yang jelas dan strategi perbaikan yang konkret, Purbaya berharap Bea Cukai mampu keluar dari masalah lama dan menjadi institusi yang lebih profesional, efisien, dan transparan di masa depan.

Tagged:

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *