Home / Ekonomi / IHSG Berpotensi Koreksi ke 8.460-an, Ini Saham Rekomendasi Analis

IHSG Berpotensi Koreksi ke 8.460-an, Ini Saham Rekomendasi Analis

ihsg

IHSG berpotensi terkoreksi ke area 8.460–8.560. Simak analisis teknikal terbaru dan rekomendasi saham pilihan dari MNC Sekuritas dan Pilarmas Investindo Sekuritas.

MonetaPost – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (17/12/2025), setelah pada penutupan sebelumnya melemah 0,13 persen ke level 8.649. Tekanan jual yang muncul dinilai masih wajar secara teknikal, mengingat posisi IHSG saat ini berada di area rawan koreksi jangka pendek.

Sejumlah analis menilai pergerakan IHSG sudah mendekati fase akhir dari tren naiknya, sehingga potensi konsolidasi atau penurunan terbatas masih terbuka sebelum indeks kembali menemukan momentum penguatan berikutnya.

Analisis Teknikal IHSG Menurut MNC Sekuritas

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan bahwa secara struktur gelombang, IHSG diperkirakan berada di penghujung gelombang ketiga atau wave [iii] dari wave 5.

Potensi Koreksi Jangka Pendek

Dengan posisi tersebut, IHSG dinilai rawan mengalami koreksi sementara untuk menguji area support di kisaran 8.464–8.560. Area ini juga berfungsi sebagai zona penutupan gap tipis yang terbentuk sebelumnya.

Koreksi ini dinilai masih sehat selama IHSG mampu bertahan di atas area support utama dan tidak disertai peningkatan tekanan jual secara signifikan.

Skenario Terburuk IHSG

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati skenario alternatif. Dalam skenario terburuk, IHSG disebut telah menyelesaikan wave (1), sehingga berisiko terkoreksi lebih dalam hingga mendekati area psikologis 8.000.

Kondisi ini dapat terjadi apabila tekanan eksternal maupun sentimen global memburuk dan mendorong aksi jual lanjutan di pasar saham domestik.

Level Support dan Resistance IHSG

Secara teknikal, level support IHSG berada di rentang 8.553–8.493. Selama indeks bertahan di atas area ini, peluang rebound teknikal masih terbuka.

Sementara itu, resistance terdekat IHSG berada di kisaran 8.714–8.821. Area ini menjadi zona penting yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi kelanjutan tren penguatan.

Pandangan Pilarmas Investindo Sekuritas

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai IHSG berpotensi melemah terbatas pada perdagangan hari ini.

Koreksi Masih Terbatas

Menurutnya, secara teknikal IHSG masih bergerak dalam rentang konsolidasi dengan level support dan resistance di kisaran 8.620–8.720. Selama indeks tidak menembus support bawah, tekanan yang terjadi dinilai masih dalam batas wajar.

Pendekatan selektif terhadap saham dinilai tetap relevan di tengah pergerakan pasar yang cenderung fluktuatif.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Rekomendasi MNC Sekuritas

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)

AADI ditutup di harga Rp 7.175 dan direkomendasikan buy on weakness. Secara teknikal, pergerakan saham ini berada di bagian akhir wave [v] dari wave A dalam struktur wave (B). Kondisi ini mengindikasikan peluang kelanjutan tren, meskipun masih disertai potensi koreksi jangka pendek.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

BRPT ditutup di level Rp 3.600 dengan rekomendasi speculative buy. Saham ini berada dalam wave [iii] dari wave C, yang umumnya mencerminkan fase penguatan lanjutan dengan momentum relatif kuat.

PT Indosat Tbk (ISAT)

ISAT ditutup di harga Rp 2.370 dan direkomendasikan buy on weakness. Secara teknikal, ISAT diperkirakan berada pada fase wave [iv] dari wave C, yang mengindikasikan koreksi terbatas sebelum potensi penguatan berikutnya.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)

SIDO ditutup di level Rp 550 dan masuk dalam rekomendasi buy on weakness. Saham ini berada di awal wave [v] dari wave 1 dalam wave (C), yang membuka peluang kenaikan lanjutan.

Rekomendasi Pilarmas Investindo Sekuritas

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)

RAJA diperdagangkan di level Rp 5.975. Area support berada di kisaran Rp 5.675, dengan resistance terdekat di Rp 6.400. Target harga jangka pendek saham ini berada di Rp 6.350.

PT Indika Energy Tbk (INDY)

INDY tercatat di harga Rp 2.250. Support berada di area Rp 2.120, sementara resistance di Rp 2.470. Saham ini diproyeksikan menguji target harga Rp 2.420.

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)

ADMR ditutup di harga Rp 1.390. Level support terdekat berada di Rp 1.330, dengan resistance di Rp 1.465. Target harga saham ini diperkirakan di Rp 1.450.

IHSG masih berada dalam fase rawan koreksi jangka pendek, dengan potensi penurunan menuju area 8.460–8.560. Meski demikian, peluang rebound tetap terbuka selama indeks mampu bertahan di atas level support utama.

Investor disarankan untuk tetap selektif, memperhatikan manajemen risiko, serta mempertimbangkan rekomendasi saham berbasis analisis teknikal di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Tagged:

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *