Home / Market / Bitcoin 2025 Bersiap Lonjak, Kejutan The Fed Bisa Picu Rally Besar

Bitcoin 2025 Bersiap Lonjak, Kejutan The Fed Bisa Picu Rally Besar

202

Bitcoin 2025 bersiap melonjak jelang keputusan The Fed Desember. Peluang Hassett, akhir QT, dan sentimen dovish dinilai bisa picu rally baru BTC.

MonetaPost – Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian menjelang keputusan The Federal Reserve (The Fed) pada bulan Desember 2025. Pasar kripto memasuki fase sensitif setelah sepanjang 2024–2025 dibayangi ketidakpastian suku bunga, pelemahan dolar AS, hingga perubahan arah kebijakan bank sentral. Kini, sinyal dovish kembali muncul dan menghidupkan ekspektasi bahwa Bitcoin dapat memasuki siklus bullish berikutnya.

Di tengah volatilitas pasar global, investor mulai mempertimbangkan kemungkinan kejutan kebijakan dari The Fed—baik melalui penunjukan pejabat baru, perubahan strategi pengetatan neraca (Quantitative Tightening/QT), maupun proyeksi suku bunga ke depan. Kombinasi faktor tersebut berpotensi menciptakan momentum kuat bagi reli baru Bitcoin di 2025–2026.

Kenapa Keputusan The Fed Sangat Menentukan Arah Bitcoin?

Bitcoin telah lama disebut sebagai aset yang sensitif terhadap kebijakan moneter AS. Selama beberapa tahun terakhir, setiap perubahan suku bunga selalu memengaruhi arah pasar kripto. Hal ini terjadi karena:

1. Suku bunga memengaruhi arus modal

Suku bunga tinggi membuat investor memilih aset aman seperti obligasi. Sementara suku bunga rendah membuat investor beralih ke aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Ketika The Fed memberi sinyal penurunan suku bunga, Bitcoin biasanya mendapat dorongan positif karena:

  • biaya pinjaman turun,
  • likuiditas meningkat,
  • investor mengambil risiko lebih besar.

2. Dolar AS melemah, aset alternatif menguat

Dolar AS yang melemah sering menjadi katalis bagi emas dan Bitcoin. Dalam beberapa bulan terakhir, pasar global menyoroti turunnya daya tarik aset berdenominasi dolar. Hal ini semakin mendukung permintaan tokens berbasis kripto.

3. The Fed berpengaruh pada pasar global

Keputusan The Fed tidak hanya berdampak di AS, tetapi juga dunia. Kenaikan atau penurunan suku bunga menggerakkan:

  • pasar saham global
  • obligasi
  • komoditas
  • dan aset digital

Karena itu, setiap komentar dari pejabat The Fed langsung memicu volatilitas di pasar kripto.

Peluang “Kejutan The Fed” di Desember 2025

Menjelang rapat FOMC (Federal Open Market Committee) Desember 2025, beberapa faktor berpotensi menjadi kejutan yang dapat mengubah sentimen pasar secara cepat.

1. Peluang Kevin Hassett sebagai kandidat dovish

Hassett dikenal memiliki kecenderungan kebijakan yang lebih longgar (dovish), mendukung suku bunga lebih rendah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Jika ia menduduki posisi strategis di The Fed, pasar dapat berekspektasi:

  • penurunan suku bunga lebih cepat,
  • kebijakan moneter lebih akomodatif,
  • meningkatnya likuiditas.

Semua ini menjadi bahan bakar bullish bagi Bitcoin.

2. Potensi akhir dari program QT

Quantitative Tightening (QT) adalah kebijakan pengurangan neraca The Fed yang membuat likuiditas global menyusut. Bila QT dihentikan atau diperlambat, maka:

  • pasokan uang meningkat,
  • aset berisiko kembali diincar,
  • Bitcoin mendapat sentimen positif.

Banyak analis menilai bahwa QT tidak dapat berlangsung terlalu lama tanpa memicu gangguan ekonomi. Jika pada Desember The Fed memberi sinyal perlambatan QT, pasar kripto dapat melonjak.

3. Dot plot yang lebih dovish

Dot plot adalah proyeksi suku bunga The Fed. Bila The Fed menurunkan ekspektasi suku bunga 2026–2027, itu akan menjadi sinyal kuat bahwa era pelonggaran sudah dekat.

Bitcoin hampir selalu reli setelah dot plot dovish dirilis.

Bagaimana Kondisi Pasar Bitcoin Saat Ini?

Menjelang akhir 2025, Bitcoin menunjukkan pergerakan campuran. Meskipun volatil, banyak indikator fundamental memperlihatkan potensi bullish.

1. Hash rate terus mencetak rekor

Hash rate yang meningkat menandakan:

  • keamanan jaringan makin kuat
  • kepercayaan miner meningkat
  • prospek jangka panjang positif

Ini biasanya menjadi indikator awal menjelang fase bullish baru.

2. Institusi kembali masuk pasar kripto

BlackRock, Fidelity, dan beberapa bank besar kembali menambah alokasi untuk aset digital. Aliran dana institusi sering memicu lonjakan harga besar pada Bitcoin.

3. Pasokan Bitcoin di bursa makin berkurang

Data on-chain menunjukkan jumlah BTC yang disimpan di exchange terus menurun. Ini pertanda:

  • investor memilih hold
  • tekanan jual mengecil
  • potensi rally meningkat

Skenario Harga Bitcoin Setelah Keputusan The Fed

Ada tiga skenario besar menjelang akhir tahun 2025:

1. Skenario Optimistis (BTC tembus high baru)

Jika The Fed bersikap dovish:

  • suku bunga diproyeksikan turun,
  • QT dihentikan,
  • dan kandidat dovish seperti Hassett masuk,

Bitcoin berpotensi mencapai ATH baru di 2026.

2. Skenario Netral (BTC sideways kuat)

Jika The Fed berhati-hati dan tidak banyak mengubah kebijakan, Bitcoin kemungkinan bergerak di kisaran sempit sambil menunggu katalis baru.

3. Skenario Pesimistis (koreksi sementara)

Jika The Fed justru hawkish, pasar kripto mungkin terkoreksi. Namun, koreksi ini bisa bersifat jangka pendek karena fundamental Bitcoin masih kuat.

Bitcoin Berada di Titik Kritis 2025

Bitcoin berada dalam posisi strategis menjelang keputusan The Fed Desember 2025. Kombinasi kebijakan dovish, peluang perubahan pejabat, dan potensi akhir QT dapat menjadi pemicu reli besar di 2026.

Bagi investor panjang, fase sekarang bisa dianggap sebagai periode akumulasi dengan pengawasan ketat terhadap arah kebijakan The Fed.

Dengan volatilitas yang meningkat, keputusan Desember dapat menjadi titik balik pasar kripto global.

Tagged:

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *