Asing melepas 10 saham terbesar saat IHSG mencetak rekor baru di 8.617. Simak daftar emiten yang paling banyak dijual asing.
MonetaPost – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa impresif pada perdagangan Selasa, 2 Desember 2025. Pada penutupan sesi, IHSG menguat 0,65% ke posisi 8.617,04, yang sekaligus menjadi rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah bursa Indonesia. Level ini melampaui rekor sebelumnya yang terbentuk pada Rabu, 26 November 2025, menandai tren penguatan yang tampak konsisten memasuki pekan pertama Desember.
Kenaikan IHSG ini turut diiringi oleh nilai transaksi jumbo mencapai Rp21,91 triliun, dengan total 43,65 miliar saham berpindah tangan melalui 2,72 juta kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 369 saham bergerak naik, 278 saham turun, dan 159 saham tidak mengalami perubahan, mencerminkan dominasi sentimen positif di pasar.
Meskipun IHSG melesat ke rekor baru, aksi investor asing ternyata tidak sepenuhnya mengikuti arah penguatan pasar. Di tengah reli indeks, investor asing mencatatkan net buy yang cukup signifikan dalam total perdagangan, namun pada saat yang sama, mereka juga melakukan aksi profit taking di sejumlah saham berkapitalisasi besar maupun menengah.
Aksi Investor Asing: Net Buy Besar, Tapi Banyak yang Dijual
Data mencatat bahwa investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp454,01 miliar di seluruh pasar dan Rp749,20 miliar di pasar reguler. Namun, di sisi lain, terdapat pula penjualan bersih (net sell) asing sebesar Rp295,19 miliar di pasar negosiasi dan tunai. Angka ini mengindikasikan bahwa meskipun minat asing masih cenderung positif, ada rotasi portofolio yang terjadi pada beberapa sektor dan emiten.
Aksi jual asing ini menarik perhatian khususnya karena terjadi pada momen ketika IHSG sedang mencetak rekor baru. Dalam banyak kasus, aksi jual asing saat pasar menguat bisa menunjukkan beberapa hal:
- Realization of profit setelah saham-saham tertentu mengalami kenaikan signifikan.
- Rotasi alokasi portofolio dari saham-saham defensif ke sektor siklikal yang tengah menarik.
- Hedging atau reposisi menjelang rilis data ekonomi penting di global maupun domestik.
- Short-term sentiment terhadap emiten tertentu karena kinerja kuartalan, prospek bisnis, atau isu korporasi.
Terlepas dari alasannya, daftar saham yang dilepas asing hari itu cukup menarik karena sebagian besar adalah saham-saham yang dikenal likuid, fundamental kuat, atau memiliki kapitalisasi pasar besar.
10 Saham dengan Net Sell Terbesar oleh Asing
Mengutip data dari Stockbit, berikut adalah 10 saham yang paling banyak dijual investor asing (net foreign sell) pada perdagangan Selasa:
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) – Rp210,31 miliar
- PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) – Rp125,40 miliar
- PT MD Entertainment Tbk. (FILM) – Rp104,64 miliar
- PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) – Rp49,92 miliar
- PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) – Rp45,26 miliar
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) – Rp38,28 miliar
- PT Indika Energy Tbk. (INDY) – Rp29,03 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) – Rp26,85 miliar
- PT GTS Internasional Tbk. (GTSI) – Rp26,68 miliar
- PT Sarana Mitra Luas Tbk. (SMIL) – Rp19,0 miliar
Daftar ini menunjukkan bahwa saham-saham konsumer besar seperti ICBP dan KLBF menjadi pusat aksi jual asing, meskipun sektor konsumer biasanya cukup defensif. Hal ini bisa mengindikasikan rebalancing portofolio ke saham-saham siklikal atau komoditas yang diprediksi menguat pada akhir tahun.
Analisis Singkat per Sektor
1. Consumer Goods – ICBP & KLBF
Dua saham terbesar yang dilepas asing berasal dari sektor consumer staples. Kedua emiten ini dikenal stabil, namun pergerakan harga yang relatif sideways dalam beberapa minggu terakhir membuat sebagian investor asing mungkin memilih mengamankan profit.
Selain itu, dinamika harga bahan baku yang mulai naik kembali juga bisa memicu kekhawatiran terhadap margin perseroan.
2. Media & Hiburan – FILM
FILM menjadi salah satu saham yang volatil dengan basis investor ritel kuat. Net sell asing yang besar bisa jadi merupakan respons normal terhadap lonjakan harga sebelumnya.
3. Energy & Mining Services – INDY, DEWA
Aksi jual di saham energi menunjukkan bahwa asing tengah berhati-hati terkait prospek harga batu bara yang mulai mendatar sejak kuartal IV/2025.
4. Big Bank – BBRI
BBRI hampir selalu masuk radar transaksi asing karena likuiditasnya sangat tinggi. Net sell di BBRI sering kali bukan indikasi negatif—lebih sering sekadar profit taking setelah kenaikan kuat.
Apakah Aksi Jual Asing Ini Perlu Dikhawatirkan?
Tidak selalu. Meskipun angka net sell terlihat besar, IHSG justru tetap menguat ke rekor tertinggi. Ini menunjukkan bahwa likuiditas domestik kuat, dan investor lokal mengambil alih posisi yang dilepas asing.
Di sisi lain, net buy asing tetap lebih besar daripada net sell pada perdagangan hari itu, sehingga sentimen global terhadap pasar Indonesia masih condong positif.
Aksi jual asing lebih tepat dipandang sebagai penyesuaian taktis, bukan perubahan pandangan jangka panjang.
IHSG menorehkan rekor baru di level 8.617, ditopang oleh nilai transaksi yang sangat besar dan pergerakan mayoritas saham yang menghijau. Meskipun investor asing tercatat melakukan penjualan bersih di 10 saham tertentu, total aliran dana asing masih positif.
Aksi jual asing tersebut tampaknya merupakan strategi profit taking dan rotasi sektor, bukan tanda keluarnya dana asing dari pasar. Selama aliran modal domestik tetap kuat dan fundamental makro stabil, IHSG berpotensi mempertahankan momentum penguatan dalam beberapa pekan ke depan.







One Comment