Reshuffle kabinet Prabowo mencopot Budi Gunawan dari posisi Menko Polhukam. Bagaimana perjalanan panjang eks Kepala BIN ini, dari akademisi cemerlang hingga tokoh kunci keamanan nasional?
MonetaPost – Pergantian pejabat di lingkaran kekuasaan selalu menjadi sorotan publik, terlebih jika menyangkut sosok berpengaruh seperti Budi Gunawan. Presiden Prabowo Subianto baru saja melakukan reshuffle kabinet Merah Putih, dan salah satu nama besar yang terdampak adalah Jenderal (Purn.) Polisi Budi Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).
Meski penggantinya belum ditunjuk secara resmi, keputusan ini memunculkan spekulasi: apakah pencopotan Budi Gunawan terkait dengan gelombang aksi demonstrasi yang berujung kericuhan di sejumlah daerah?
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buru-buru menepis kabar tersebut. “Tidak ada karena sesuatu hal yang spesifik,” ujarnya, Senin (8/9). Dengan penjelasan ini, pemerintah menegaskan reshuffle dilakukan bukan karena tekanan politik, melainkan bagian dari strategi penyesuaian kabinet.
Karier Panjang Sang Intelijen Jokowi
Nama Budi Gunawan mulai mencuat ke panggung politik nasional ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada 2016. Selama hampir delapan tahun, ia menjadi tangan kanan Jokowi dalam mengawal isu-isu strategis nasional, termasuk ancaman terorisme, keamanan siber, hingga diplomasi intelijen.
Posisi tersebut menjadikannya tokoh intelijen yang disegani, sekaligus melanjutkan tradisi perwira polisi yang mampu menduduki jabatan tinggi di bidang keamanan. Jokowi bahkan memberi mandat tambahan ketika melantik Budi Gunawan sebagai Menko Polhukam pada 5 November 2024. Di hari yang sama, ia juga ditunjuk sebagai Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Dengan jabatan rangkap ini, perannya kian sentral dalam merumuskan arah kebijakan keamanan nasional.
Jejak Akademis dan Prestasi Dini
Lahir di Surakarta pada 11 Desember 1959, Budi Gunawan dikenal sebagai sosok disiplin dengan prestasi akademik cemerlang. Lulus dari Akademi Kepolisian pada 1983, ia meraih penghargaan sebagai lulusan terbaik di berbagai jenjang, termasuk di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespimpol) pada 1988 serta Lemhannas pada 2005.
Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi doktor Ilmu Hukum di Universitas Trisakti. Gelar Summa Cum Laude yang disandangnya mempertegas reputasi akademisnya, sekaligus menjadi fondasi dalam kebijakan strategis yang ia buat, baik di institusi kepolisian maupun di pemerintahan.
Lintasan Karier di Kepolisian
Sebelum masuk lingkaran istana, Budi Gunawan meniti karier panjang di tubuh Polri. Ia pernah menjabat sebagai Kapolda Jambi, Kapolda Bali, Kadiv Propam, hingga Kalemdiklat Polri. Salah satu momen penting dalam kariernya adalah saat dipercaya sebagai Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri (2000–2004). Posisi ini menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi yang diberikan kepadanya.
Pada 2015, ia bahkan sempat diajukan Presiden Jokowi sebagai calon tunggal Kapolri. Namun, prosesnya kandas akibat polemik hukum. Meski demikian, Budi memenangkan praperadilan dan dinyatakan bebas dari tuduhan, membuka jalan bagi penunjukannya sebagai Kepala BIN setahun kemudian.
Modernisasi BIN dan Fokus pada Pemuda
Saat memimpin BIN, Budi Gunawan dikenal progresif. Ia mendorong transformasi intelijen dengan membentuk unit baru, seperti Intelijen Siber dan Intelijen Medis Wangsa Avatara, untuk menjawab tantangan zaman.
Tak hanya itu, ia juga menggagas program berbasis pemuda, seperti Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) dan Papua Youth Creative Hub (PYCH). Program-program tersebut menjadi simbol perhatian negara terhadap penguatan persatuan antarbudaya serta pemberdayaan anak muda di Papua. Melalui fasilitas pelatihan, generasi muda diberi ruang untuk berinovasi, berkreasi, dan membangun kemandirian ekonomi.
Peran di Dunia E-Sports
Di luar dunia politik dan intelijen, Budi Gunawan juga memainkan peran penting dalam perkembangan e-sports nasional. Pada 2020, ia dipercaya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar E-Sports Indonesia (PB ESI).
Di bawah kepemimpinannya, e-sports Indonesia berkembang pesat, melahirkan atlet muda berprestasi yang mampu bersaing di tingkat internasional. Peran ini semakin memperkuat citranya sebagai tokoh yang mampu menjangkau generasi baru di luar jalur formal pemerintahan.
Deretan Penghargaan
Kiprah panjang Budi Gunawan dibarengi dengan apresiasi dari berbagai pihak. Lebih dari 25 penghargaan nasional telah ia terima, baik dari institusi Polri, Lemhannas, maupun langsung dari Presiden Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan individu, tetapi juga dedikasinya dalam mengabdi untuk negara di bidang keamanan, intelijen, hingga pembangunan sumber daya manusia.
Akhir Era, Awal Spekulasi
Reshuffle Prabowo yang menyingkirkan Budi Gunawan menandai berakhirnya era panjang seorang jenderal intelijen yang sebelumnya menjadi figur penting di era Jokowi. Meski demikian, jejak karier dan inovasi yang ia tinggalkan akan tetap dikenang.
Bagi sebagian pihak, keputusan ini bisa saja membuka jalan baru bagi tokoh intelijen lain untuk naik ke permukaan. Namun, bagi publik, pencopotan Budi Gunawan tetap menjadi momen besar yang menimbulkan tanda tanya: akankah perubahan ini membawa stabilitas baru, atau justru menambah babak ketidakpastian dalam politik dan keamanan nasional?






One Comment