Home / Market / IHSG Pepet 9.000, Pasar Saham Diuji Sentimen Global 2026

IHSG Pepet 9.000, Pasar Saham Diuji Sentimen Global 2026

ihsg

IHSG terus mendekati level psikologis 9.000 di awal 2026. Aksi ambil untung, defisit APBN 2025, dan ketidakpastian global menguji arah pasar saham.

MonetaPost – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat, 9 Januari 2026, dengan penguatan. Pada pukul 09.15 WIB, IHSG tercatat naik 43,68 poin atau menguat 0,49 persen ke level 8.969. Pergerakan ini menandakan optimisme awal investor meskipun pasar masih dibayangi berbagai sentimen global dan domestik.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume transaksi mencapai 6,74 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp3,49 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 483.975 kali. Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 317 saham menguat, 223 saham melemah, dan 172 saham stagnan.

IHSG Cetak Rekor Intraday

Sempat Tembus Level 9.000

BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa IHSG sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa secara intraday di level 9.002. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Indeks kemudian berbalik arah dan ditutup melemah 0,22 persen di level 8.925.

Meskipun ditutup di zona merah, IHSG masih mencatatkan arus dana asing bersih atau net foreign buy sebesar Rp543 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa minat investor asing terhadap pasar saham Indonesia masih relatif kuat.

Aksi Ambil Untung Membayangi

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, pelemahan IHSG dipicu oleh aksi taking profit setelah reli yang cukup panjang. Selain itu, ketidakpastian global serta defisit APBN 2025 yang melampaui target turut menjadi sentimen negatif bagi pasar.

Analisis Teknikal: Waspada Koreksi

Support dan Resistance Jangka Pendek

Secara teknikal, IHSG dinilai berpeluang mengalami koreksi terbatas. Level support berada di kisaran 8.895 hingga 8.910, sementara resistance berada di rentang 8.985 hingga 8.995. Investor juga menanti rilis data kepercayaan konsumen domestik serta sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, seperti Non-Farm Payrolls dan tingkat pengangguran.

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini meliputi ENRG, MINA, dan LEAD.

Sinyal Overbought

Phintraco Sekuritas menilai indikator Stochastic RSI IHSG berada di area overbought dan berpotensi membentuk death cross. Selain itu, terbentuknya pola candlestick shooting star mengindikasikan peluang pembalikan arah setelah reli beberapa hari dan pencapaian level tertinggi baru.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan koreksi teknikal untuk menguji area 8.850 hingga 8.900. Saham pilihan versi Phintraco Sekuritas antara lain UNVR, ACES, SMDR, BKSL, dan SIDO.

Sentimen Global Masih Menekan

Isu Geopolitik dan AS

Dari sisi global, pasar mencermati perkembangan geopolitik, khususnya langkah Amerika Serikat yang tengah menyusun berbagai opsi untuk mempererat hubungan dengan Greenland. Isu ini mencuat setelah Presiden Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait keinginan mengambil alih wilayah tersebut.

Situasi ini semakin kompleks setelah pernyataan Trump muncul hanya beberapa hari setelah operasi Amerika Serikat yang menangkap mantan tokoh kuat Venezuela, Nicolas Maduro, pada awal Januari. Ketegangan geopolitik ini turut menambah ketidakpastian di pasar keuangan global.

Dampak ke Pasar Saham

Panin Sekuritas menilai investor juga mencermati tensi antara Amerika Serikat dan Venezuela. Kebijakan AS dinilai sebagai upaya untuk menekan pengaruh China dan Rusia, yang selama beberapa tahun terakhir agresif berinvestasi di sektor tambang dan energi di Amerika Latin, khususnya Venezuela.

Selain itu, perhatian pasar tertuju pada putusan Mahkamah Agung AS terkait legalitas kebijakan tarif Presiden Trump, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan perdagangan dan kondisi fiskal AS.

Proyeksi Pergerakan IHSG

Sentimen Positif dan Negatif Berimbang

CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan bahwa penguatan mayoritas bursa Wall Street, kenaikan harga minyak mentah, CPO, emas, dan batu bara, serta aksi beli investor asing berpotensi menjadi sentimen positif bagi IHSG.

Namun, di sisi lain, terkoreksinya harga nikel, timah, dan tembaga, serta tingginya defisit APBN 2025, berpeluang menjadi faktor penekan. IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah di kisaran support 8.860 hingga 8.795 dan resistance 8.990 hingga 9.055.

Saham pilihan CGS International meliputi INTP, BUMI, ENRG, HRTA, RATU, dan BKSL.

Level Psikologis 9.000

Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi melemah dalam jangka pendek, didorong oleh tingginya tensi geopolitik global, tekanan di pasar komoditas, serta pelemahan nilai tukar. Meski demikian, level psikologis 9.000 tetap menjadi area yang terus diuji oleh pergerakan indeks.

Untuk perdagangan hari ini, Panin Sekuritas merekomendasikan saham BBNI, MIDI, dan CDIA.

Tagged:

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *