Home / Ekonomi / 4 Kelompok Tani Raih RSPO lewat SMILE

4 Kelompok Tani Raih RSPO lewat SMILE

rspo

Program SMILE berhasil mendorong empat kelompok petani swadaya di Sumatra meraih sertifikasi RSPO. Kolaborasi lintas perusahaan ini membuka akses pasar global dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

MonetaPost – Sertifikasi keberlanjutan menjadi kunci penting bagi petani kelapa sawit untuk menembus pasar global. Di tengah tantangan keterbatasan akses, kapasitas, dan pendampingan, keberhasilan petani swadaya di Sumatra meraih sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) melalui Program SMILE menjadi bukti bahwa kolaborasi yang tepat mampu menciptakan perubahan nyata dari tingkat akar rumput.

Program Smallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment (SMILE) hadir sebagai solusi pendampingan terpadu bagi petani sawit swadaya agar mampu memenuhi standar keberlanjutan internasional sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.

Program SMILE dan Tujuan Keberlanjutan

Program SMILE merupakan inisiatif kolaboratif yang diluncurkan pada tahun 2020 oleh Asian Agri, Apical, dan Kao Corporation. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan struktural yang dihadapi petani kecil, mulai dari praktik budidaya, tata kelola kelompok, hingga pemenuhan prinsip keberlanjutan global.

Pendampingan dari Hulu ke Hilir

Melalui SMILE, petani mendapatkan pelatihan intensif terkait praktik pertanian yang baik, pengelolaan lahan yang bertanggung jawab, perlindungan lingkungan, hingga pemenuhan aspek sosial dan legal. Pendampingan ini dilakukan secara berkelanjutan agar petani tidak hanya memenuhi standar sertifikasi, tetapi juga mampu mempertahankannya dalam jangka panjang.

Hingga tahun 2030, SMILE menargetkan pemberdayaan 5.000 petani swadaya melalui peningkatan hasil panen, pendapatan, dan pencapaian sertifikasi RSPO. Target ini mulai menunjukkan hasil konkret di lapangan.

Perubahan Persepsi dan Kepercayaan Petani

Pada tahap awal, tidak sedikit petani yang meragukan manfaat program ini. Keraguan tersebut umumnya muncul karena proses sertifikasi dianggap rumit, mahal, dan sulit diterapkan oleh petani kecil.

Namun, seiring berjalannya waktu, manfaat nyata mulai dirasakan oleh peserta program.

Manfaat Nyata di Tingkat Petani

Kepala Kelompok Petani Wahyu Agung, Bambang Guntoro, menyebut bahwa perubahan sikap petani terjadi setelah mereka melihat dampak langsung dari pendampingan SMILE. Produktivitas meningkat, pengelolaan kebun menjadi lebih tertata, dan peluang pasar semakin terbuka.

Hal serupa disampaikan oleh Eka Chandra dari Perkumpulan Berkah Mulia Tani. Menurutnya, dukungan berkelanjutan dari program SMILE menjadi faktor penting yang menjaga semangat petani untuk terus bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan.

4 Kelompok Tani Resmi Bersertifikat RSPO

Puncak dari proses panjang tersebut terwujud pada tahun ini. Empat kelompok petani swadaya binaan SMILE secara resmi menerima sertifikasi RSPO pada Konferensi Tahunan RSPO (RT2025) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 5 November.

Kelompok dan Cakupan Sertifikasi

Empat kelompok petani yang berhasil meraih sertifikasi RSPO adalah:

  • Perkumpulan Tani Maju Badang Sepakat
  • Perkumpulan Asosiasi Bentang Alam
  • Koperasi Produsen Perkebunan Kelapa Sawit Wahyu Agung
  • Perkumpulan Berkah Mulia Tani

Keempat kelompok tersebut mewakili 1.078 petani swadaya dengan total area tersertifikasi seluas 2.804 hektare yang tersebar di Sumatra Utara, Riau, dan Jambi.

Peran Kolaborasi dalam Keberhasilan

Head of Sustainability Asian Agri, Ivan Novrizaldie, menegaskan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada komitmen bersama dalam mendampingi petani. Pelatihan langsung dan sosialisasi berkelanjutan membantu petani memahami manfaat jangka panjang sertifikasi RSPO, termasuk akses terhadap harga premium untuk tandan buah segar.

Rantai Pasok yang Inklusif

Apical menilai pencapaian ini sebagai bagian dari transformasi rantai pasok yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan mendorong penggunaan kredit RSPO dari petani swadaya, dukungan jangka panjang terhadap petani bersertifikasi dapat terus diperkuat.

Kao Corporation juga menegaskan bahwa kolaborasi melalui Program SMILE membantu memperkuat praktik sourcing yang bertanggung jawab dan memastikan rantai pasok yang dapat ditelusuri serta berkualitas tinggi.

Dampak Jangka Panjang bagi Petani dan Lingkungan

Hingga Oktober 2025, lebih dari 4.000 petani di Sumatra Utara, Riau, dan Jambi telah mengikuti Program SMILE, dengan 2.834 petani di antaranya telah memperoleh sertifikasi RSPO.

Keberhasilan empat kelompok tani ini membuktikan bahwa keberlanjutan tidak hanya menjadi agenda perusahaan besar, tetapi juga dapat tumbuh dari tingkat petani swadaya. Dengan pendampingan yang konsisten dan akses ke standar global, petani mampu meningkatkan praktik budidaya, memperbaiki kesejahteraan ekonomi, serta memberikan dampak positif bagi komunitas dan lingkungan sekitar.

Program SMILE menunjukkan bahwa ketika petani didukung untuk tumbuh bersama, keberlanjutan dapat dicapai secara nyata dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

Tagged:

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *