Home / Market / 5 Sinyal Bahaya Pelemahan Dolar AS bagi Temasek

5 Sinyal Bahaya Pelemahan Dolar AS bagi Temasek

dolar as

Temasek ungkap 5 dampak pelemahan dolar AS, mulai dari biaya hedging yang melonjak hingga risiko valuasi teknologi yang kian tinggi.

MonetaPost – Direktur Utama Temasek Holdings, Dilhan Pillay, menyampaikan kekhawatiran serius mengenai pelemahan dolar AS yang dinilai semakin menggerus daya tarik aset-aset Amerika bagi investor global. Dalam sebuah forum di Singapura, ia menegaskan bahwa kondisi nilai tukar saat ini mulai menimbulkan tantangan besar bagi strategi investasi Temasek maupun investor internasional lainnya, terutama karena volatilitas dolar menciptakan tekanan baru pada distribusi portofolio global.

Mengutip laporan Financial Times, Temasek saat ini mengelola portofolio senilai S$434 miliar, atau sekitar Rp5.574,82 triliun, menjadikannya salah satu investor institusi terbesar di Asia. Dengan skala tersebut, perubahan kecil pada nilai tukar dolar AS dapat menghasilkan dampak signifikan terhadap pergerakan nilai aset Temasek. Besarnya eksposur ini pula yang membuat strategi lindung nilai (hedging) menjadi salah satu faktor krusial dalam menjaga stabilitas kinerja portofolio perusahaan.

Biaya Lindung Nilai yang Membengkak

Pillay menjelaskan bahwa Temasek telah meningkatkan aktivitas lindung nilai terhadap dolar AS sepanjang tahun ini untuk memitigasi risiko pelemahan nilai tukar. Namun, ia mengungkapkan bahwa biaya hedging kini meningkat drastis, hingga pada level yang tidak lagi masuk akal secara ekonomi.

“Orang Tiongkok melakukan lindung nilai, orang Eropa melakukan lindung nilai… biayanya kini terlalu tinggi bagi Temasek,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Temasek tidak dapat terus mempertahankan skema lindung nilai yang mahal seperti itu. Sebagai gantinya, perusahaan harus mencari apa yang disebut sebagai “lindung nilai alami”, yaitu strategi yang memungkinkan Temasek tetap memperoleh imbal hasil bersih yang sesuai dengan risiko, tanpa harus membayar biaya hedging yang melonjak.

Dalam praktiknya, “lindung nilai alami” berarti perusahaan harus lebih selektif dalam memilih instrumen atau kelas aset. Beberapa investasi berdenominasi dolar AS yang tidak memberikan imbal hasil bersih memadai kemungkinan akan dikurangi. Pergeseran alokasi modal ini menjadi bagian penting dari penyesuaian jangka panjang Temasek terhadap kondisi pasar yang semakin bergejolak.

Dolar AS Melemah di Tengah Kebijakan Perdagangan Trump

Financial Times melaporkan bahwa pelemahan dolar AS sejak awal tahun dipicu oleh kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump terhadap berbagai mitra dagang global. Kebijakan proteksionis tersebut memicu ketegangan di pasar internasional dan menekan permintaan terhadap dolar, sehingga membuat mata uang lain seperti poundsterling, euro, dan dolar Singapura menguat relatif terhadap dolar AS.

Meskipun belakangan dolar mulai memangkas sebagian kerugiannya, tingkat volatilitas yang tinggi tetap mengganggu kepercayaan investor. Ketidakpastian arah kebijakan ekonomi AS di bawah pemerintahan Trump semakin memperbesar risiko, terutama bagi lembaga investasi dengan eksposur dolar yang besar seperti Temasek.

Eksposur Temasek terhadap Aset Berdenominasi Dolar

Sebagai lembaga investasi milik negara Singapura yang didirikan 51 tahun lalu, Temasek memiliki portofolio yang sangat terdiversifikasi secara global. Amerika Serikat menjadi salah satu pasar terbesar bagi perusahaan tersebut, dengan kepemilikan saham di berbagai perusahaan teknologi dan keuangan papan atas, termasuk:

  • Amazon
  • BlackRock
  • Mastercard
  • Nvidia
  • Visa

Dalam laporan tahunan yang dirilis pada Juli, Temasek mencatat bahwa 24% portofolionya terekspos ke pasar Amerika, naik dari 18% pada tahun 2020. Selain itu, 37% portofolio perusahaan berdenominasi dolar AS, meningkat dari 31% lima tahun lalu. Angka-angka ini menunjukkan bahwa perubahan pada nilai tukar dolar memiliki dampak langsung terhadap kinerja Temasek secara keseluruhan.

Investor Global Ikut Tertekan

Pillay menegaskan bahwa masalah yang dihadapi Temasek bukanlah fenomena yang berdiri sendiri. Investor global lainnya juga meningkatkan aktivitas lindung nilai untuk melindungi portofolio mereka dari ketidakpastian dolar. Namun, lonjakan biaya hedging justru menciptakan tekanan tambahan pada pasar valuta asing dan memicu sebagian aksi jual dolar.

Para analis menilai bahwa pelemahan dolar dan tingginya biaya lindung nilai merupakan hasil kombinasi dari beberapa faktor utama: kebijakan perdagangan AS yang agresif, meningkatnya permintaan hedging, serta kekhawatiran terhadap arah ekonomi AS di masa depan. Ketiga faktor ini berkontribusi pada meningkatnya volatilitas pasar global.

Dorongan dari Sektor Teknologi dan Risiko Valuasi

Di tengah tekanan tersebut, investor asing masih mempertahankan eksposur besar terhadap saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI), terutama di AS. Sektor ini dianggap memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang kuat, sehingga menarik untuk dipertahankan meskipun biaya lindung nilai meningkat.

Namun, Pillay mengingatkan bahwa valuasi saham-saham teknologi saat ini sudah memasuki zona risiko. “Saya cenderung setuju bahwa pasar publik saat ini memuat risiko besar. Kita bisa menyebutnya gelembung valuasi,” katanya.

Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa lonjakan valuasi teknologi yang terlalu cepat dapat menjadi ancaman baru bagi stabilitas investasi global.

Dampak bagi Pasar Modal Global

Menurut Pillay, pelemahan dolar AS adalah “masalah besar” bagi investor non-dolar karena dapat mengubah arah aliran investasi internasional. Mengingat AS merupakan pusat inovasi dan pasar modal terbesar dunia, perubahan daya tarik aset dolar dapat:

  • menggeser strategi investasi lembaga keuangan global,
  • merombak komposisi portofolio internasional,
  • serta memicu perubahan besar dalam penilaian risiko pasar modal.

Dengan kondisi ekonomi global yang terus berubah cepat, investor seperti Temasek dituntut untuk lebih adaptif dan berhati-hati dalam menavigasi dinamika nilai tukar yang tidak stabil.

Tagged:

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *