BRI memperkuat segmen konsumer dan layanan bank emas lewat tiga langkah strategi BRIVolution Reignite.
MonetaPost β PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan keseriusan dalam memperkuat fondasi bisnisnya melalui program transformasi strategis BRIVolution Reignite. Inisiatif ini dirancang sebagai langkah jangka panjang untuk memastikan BRI tetap unggul, kompetitif, dan adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Program tersebut menitikberatkan pada dua pilar utama: transformasi bisnis funding serta penguatan core business yang berkelanjutan. Kedua pilar ini diyakini mampu menciptakan struktur pendapatan yang lebih tangguh dan mendiversifikasi sumber-sumber pertumbuhan BRI ke arah yang lebih stabil.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2025 di Jakarta, menyampaikan bahwa strategi diversifikasi kini menjadi langkah krusial. Menurutnya, transformasi bukan hanya respons terhadap ketidakpastian ekonomi, melainkan juga bagian penting dari upaya mempersiapkan BRI menghadapi kompetisi perbankan yang semakin menuntut inovasi dan ketahanan jangka panjang. Melalui diversifikasi, BRI dapat memperkuat mesin pertumbuhan baru tanpa meninggalkan fokus utamanya pada segmen UMKM.
Fokus Diversifikasi: Segmen Konsumer dan Bank Emas
Sebagai bagian dari strategi memperluas sumber pendapatan, BRI kini memperkuat dua area penting yang disebut sebagai Second Engines of Growth, yaitu:
- Penguatan segmen konsumer
- Pengembangan layanan bullion atau bank emas
Inisiatif ini menjadi sangat relevan karena BRI, yang selama ini dikenal kuat di sektor UMKM, perlu menyeimbangkan portofolionya agar lebih stabil terhadap gejolak ekonomi eksternal. Menurut Hery Gunardi, kedua pilar ini dipilih karena memiliki potensi pasar yang besar dengan tren permintaan yang terus meningkat.
Penguatan Segmen Konsumer: Payroll, KPR, Auto Loan, dan Wealth Management
1. Ekspansi Payroll sebagai Pondasi Konsumer
Segmen konsumer dimulai dengan ekspansi nasabah payroll. BRI melihat basis nasabah payroll sebagai aset penting karena memberikan peluang besar untuk menawarkan berbagai produk lain seperti kredit konsumer, investasi, hingga layanan keuangan premium. Semakin luas basis payroll, semakin besar peluang BRI memaksimalkan cross-selling dan memperluas retensi nasabah jangka panjang.
2. Penguatan Bisnis KPR (Mortgage)
Pada segmen KPR, BRI memperkuat kerja sama dengan pengembang properti tier-1 untuk memastikan portofolio KPR berkualitas tinggi. Strateginya mencakup:
- Pembiayaan rumah baru dengan risiko terukur
- Refinancing yang dilakukan secara selektif
- Penguatan secondary mortgage market
Pendekatan ini dirancang menjaga kualitas aset sekaligus memberi kontribusi pada pertumbuhan kredit yang aman dan berkelanjutan.
3. Pembiayaan Kendaraan Bermotor (Auto Loan)
Sinergi dengan anak perusahaan, terutama BRI Finance, menjadi fokus utama dalam memperkuat pembiayaan kendaraan bermotor. Hery menegaskan bahwa joint financing akan menjadi salah satu model pertumbuhan utama. Integrasi antara BRI dan BRI Finance menciptakan efisiensi operasional dan memperluas cakupan pasar KKB, baik untuk kendaraan baru maupun bekas.
4. Penguatan Wealth Management
Pada lini wealth management, BRI menargetkan peningkatan dana murah (CASA) sekaligus pertumbuhan fee-based income. Strateginya mencakup peningkatan penawaran produk investasi, layanan advisory, dan pemanfaatan digital platform untuk menarik nasabah dengan profil aset menengah ke atas. BRI ingin memastikan bahwa layanan wealth management bukan sekadar komplementer, tetapi menjadi pilar pendapatan yang semakin signifikan.
Pengembangan Bank Emas: Bullion Service sebagai Sumber Pertumbuhan Baru
Selain memperluas segmen konsumer, BRI juga memperkuat layanan bullion atau bank emas yang memiliki potensi besar di pasar Indonesia. Kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai dan investasi jangka panjang terus meningkat.
BRI memanfaatkan keunggulan Pegadaian, yang memiliki 4.000 cabang di seluruh Indonesia. Pegadaian baru saja meluncurkan super app Tring!, yang memungkinkan masyarakat membeli emas secara digital dengan mudah dan aman. Integrasi layanan emas dengan ekosistem BRI Group diharapkan:
- Memperluas nasabah digital
- Mendorong transaksi emas secara berkelanjutan
- Memperkuat posisi BRI sebagai penyedia layanan keuangan terintegrasi
Dengan pendekatan ini, layanan bank emas menjadi pilar diversifikasi pendapatan yang semakin prospektif dalam jangka panjang.
Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2025: Tumbuh Stabil dan Konsisten
Hingga akhir Kuartal III 2025, BRI mencatat kinerja yang sehat dan berkelanjutan di berbagai lini usaha.
1. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK)
DPK tumbuh 8,2% YoY menjadi Rp1.474,8 triliun, didorong oleh dominasi dana murah (CASA). Struktur DPK yang kuat memperkuat fondasi pendanaan BRI sekaligus meningkatkan efisiensi biaya bunga.
2. Penyaluran Kredit Produktif
Kredit BRI tumbuh 6,3% YoY hingga mencapai Rp1.438,1 triliun. Pertumbuhan kredit masih didominasi sektor produktif yang memberi kontribusi terbesar pada profitabilitas dan kualitas aset.
3. Pencapaian Laba Bersih
Laba bersih BRI mencapai Rp41,2 triliun, mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi dan peningkatan kualitas intermediasi. Pencapaian ini juga menunjukkan bahwa transformasi BRIVolution Reignite mulai memberikan hasil nyata.
Komitmen BRI: Transformasi Berkelanjutan untuk Daya Saing Jangka Panjang
Hery Gunardi menutup dengan menegaskan komitmen BRI:
βBRI akan terus memperkuat fundamental bisnis dengan menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi pendanaan, serta memperdalam transformasi secara terstruktur melalui BRIVolution Reignite.β
Transformasi BRI tidak hanya tentang digitalisasi, tetapi juga membangun sumber pertumbuhan baru yang membuat bank semakin resilient dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan. Dengan strategi diversifikasi yang lebih kuat, BRI siap mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar dan paling adaptif di Indonesia.







One Comment